Kenali Gejala Kanker dan 3 Langkah Pengobatannya

Ilustrasi kanker payudara - boldsky
21 April 2018 14:37 WIB Ilman A. Sudarwan Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Perlu edukasi yang tepat bagi masyarakat agar bisa mendeteksi gejala kanker dan mengambil langkah medis yang tepat untuk penanganannya.   

Kanker merupakan penyakit kronis yang terus menjadi momok bagi dunia kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada 2013, tercatat prevalensi kanker di Indonesia sudah mencapai 0,14% atau 347.792 dari total jumlah penduduk.

Jumlah penderita kanker di Indonesia diperkirakan akan terus meroket dalam beberapa tahun ke depan. World Health Organization (WHO) memprediksi pada 2030 jumlah penderita kanker di Indonesia akan meningkat tujuh kali lipat dari jumlah saat ini.

Oleh karena itu, perlu edukasi yang tepat bagi masyarakat agar bisa mendeteksi gejala kanker dan mengambil langkah medis yang tepat. Internist Hermatology-Medical Oncology (consultant) MRCCC Siloam Hospitals Semanggi dr. Jeffry B. Tenggara mengatakan ada beberapa langkah yang perlu diketahui masyarakat untuk penanganan kanker.

Dia mengatakan, mendeteksi kanker bisa dilihat berdasarkan dua jenis gejala, yakni gejala umum dan gejala khusus. Beberapa gejala umum yang biasanya muncul adalah demam dengan suhu badan yang tidak terlalu tinggi namun berlangsung cukup lama.

Selain itu, biasanya badan juga mulai terasa tidak nyaman karena rasa ngilu dan sakit kepala berlebihan. Jeffry mengatakan biasanya badan juga mengeluarkan keringat secara berlebihan dan terus menerus. Terakhir, biasanya juga berat badan bisa menyusut hingga 10kg tanpa ada usaha diet apapun.

“Tetapi Itu semua adalah gejala-gejala awal, walaupun gejala ini juga bisa saja disebabkan oleh penyakit lain, tidak hanya kanker. Orang demam bisa juga disebabkan oleh auto imun atau infeksi,” tegasnya.

Sementara itu, gejala khusus biasanya lebih mudah diprediksi sesuai jenis penyakit kanker yang diderita. Untuk kanker payudara misalnya, biasanya diiringi dengan munculnya pada payudara. Benjolannya terus membesar dan menjadi luka.

Contoh lain untuk kanker usus misalnya, gejala spesifiknya adalah kotoran akan diiringi dengan darah dan bentuknya lebih kecil menyerupai seperti kotoran kambing. Sementara untuk kanker liver, gejalanya biasaya hanya terasa seperti gejala mag, perih, kembung, dan begah saja.

“Sementara untuk kanker ginjal, gejalanya bisa jadi hanya nyeri pinggang. Itu adalah gejala-gejala spesifik yang ditentukan berdasarkan source atau sumber kankernya,” tambahnya.

Setelah mendeteksi jenis berdasarkan gejalanya, Jeffry mengatakan langkah pertama yang perlu diambil oleh penderita kanker harus memastikan terlebih dahulu jenis kanker yang dideritanya berdasarkan tes biopsi atau pengambilan sel dari jaringan kankernya.

“Biopsi ini adalah langkah diagnostik yang tidak bisa digantikan dengan pemeriksaan apapun lainnya. Jadi, kita tidak pernah boleh mendiagnosis tanpa ada data biopsi. Contohnya, kanker di paru-paru itu jenisnya ada beberapa, itu harus ditentukan dari biopsi,” jelasnya.

Kedua, setelah barulah masuk pada tahap penentuan stadium kankernya. Jeffrey mengatkan cara yang paling akurat dan paling simple adalah dengan menggunakan pet scan. Fasilitas pet scan ini sudah tersedia di beberapa rumah sakit kanker di Jakarta.

“Namun, perlu diketahui bahwa pet scan ini tidak mencapai evaluasi 100%, karena tidak semua kanker bisa dievaluasi menggunakan pet scan ini. Contohnya, kanker prostat itu tidak bisa menggunakan pet scan. Kalau tidak bisa pakai pet scan ada pula yang namanya ct scan atau MRI. Ini semua perlu dilalui untuk menentukan stadiumnya,” tambahnya.

Ketiga, langkah selanjutnya barulah menentukan terapi apa yang akan diambil oleh pasien. Untuk kanker payudara misalnya, dari stadium satu sampai stadium tiga, apa bila masih dapat dioperasi maka akan operasi adalah pilihan yang baik.

“Baru setelah itu kita bisa sertakan juga dengan radiasi atau dengan kemo terapi, tergantung dari nomor satu dan nomor duanya tadi,” tambahnya.

Sumber : Bisnis Indonesia