Pilah Pilih Aksesori Emas Indonesia dalam Desain Budaya Nusantara

Anting bentuk merak desain dari PT Hartadinata Abadi Muhammad - ist/PT Hartadinata Abadi Muhammad/JIBI/Bisnis Indonesia
14 Mei 2018 10:35 WIB Asteria Desi Kartika Sari Lifestyle Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA—Budaya Indonesia kerap kali menjadi gagasan kreatif bidang lifestyle. Tak hanya di bidang mode pakaian, budaya Indonesia juga menjadi pertimbangan aksen dalam aksesori perhiasan, dengan harapan dapat memberikan sentuhan yang berbeda dan semakin gaya.

Itulah yang dilakukan Hartadinata Abadi sebagai produsen dan penyedia perhiasan emas premium. Guna memberikan aksen Nusantara, perhiasan emas dibentuk menjadi beragam benda-benda kebudayaan Indonesia mulai dari cincin, kalung, gelang, dan liontin emas kuning maupun emas putih.

Siluet flora dan fauna Indonesia, alat musik khas daerah, motif batik, senjata tradisional, rumah adat, wayang, hingga Candi Borobudur dituangkan secara apik ke dalam desain koleksi perhiasan Hartadinata.

Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk. Sandra Sunarto memaparkan terdapat sembilan kategori dalam koleksi dengan tajuk Dari Hartadinata untuk Indonesia. Hartadinata kali ini menghadirkan sembilan kategori yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya Indonesia yang terkenal dengan keindahan dan keunikannya.

“Semua ini rangkaian produk emas yang didesain dengan unik dan bisa menjadi kebanggaan masyarakat [Indonesia] sendiri,” katanya belum lama ini.

Dia mengatakan rangkaian perhiasan Dari Hartadinata Untuk Indonesia tersebut merupakan persembahan perusahaan yangsudah berkiprah selama 27 tahun, untuk memberikan produk-produk unggulan yang dibangun melalui perpaduan kualitas bahan, desain dan sentuhan keahlian para desainer.

Untuk menghasilkan perhiasan tersebut, Hartadinata menggunakan sumber daya dari dalam negeri. Dia meyakini koleksi perhiasan Hartadinata Abadi tak kalah bersaing dengan perhiasana label internasional baik dari sisi kualitas maupun desain.

Kepala desain perhiasan di PT Hartadinata Abadi Muhammad Sigit Purnomo mengatakan, sembilan tema pokok tersebut dinilai dapat merepresentasikan Nusantara secara keseluruhan.

Lebih detail dari flora, jenis bunga yang dipilih adalah melati, anggrek dan raflesia. Untuk fauna, dipilih komodo, merak dan rusa. Untuk alat musik dibentuk seperti bonang, saron dan angklung. Ada juga motif batik seperti mega mendung dan motif Toraja yang menambah keunikan ukiran perhiasan.

 

Tampilkan Senjata Tradisional

Ditambah lagi dengan senjata tradisional seperti tameng Maluku, kujang dari Jawa Barat, dan mandau dari Kalimantan yang diaplikasikan dalam beberapa liontin. Sementara itu, pilihan lainnya liontin juga tersedia dengan bentuk rumah adat seperti rumah gadang dan joglo, serta tokoh pewayangan Pandawa Lima.

“Kebudayaan Indonesia banyak. Kami ambil sembilan yang setidaknya identik dengan Indonesia dan mudah dituangkan ke dalam produk,” ujarnya.

Sigit menuturkan koleksi perhiasan tersebut dibuat menggunakan teknik casting dan hanya tersedia terbatas. Waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan perhiasan sekitar 5 hari, tahap finishing adalah tahapan yang paling sulit. Pada tahap tersebut perhiasan harus dihaluskan kembali, sekaligus memastikan ukuran berat gram benar-benar harus tepat sesuai dengan sketsa awal.

“Teknik casting itu detailnya lebih rapi dan lebih simetris, detailnya pun lebih bisa keluar dibandingkan pembuatan dengan teknik handmade atau manual,” jelasnya.

Sigit menjelaskan perhiasan-perhiasan ini diproduksi dengan kadar yang beragam, yakni 300 dan 375 karat atau kadar muda, serta 700 dan 750 karat atau kadar tua, baik emas putih atau kuning.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Adplus Tokopedia