Mencermati Songket Palembang dalam Andewi karya Dian Pelangi

Model memeragakan busana berbahan songket Palembang seri Andewi rancangan Dian Pelangi - JIBI/Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya
14 Mei 2018 11:35 WIB Asteria Desi Kartika Sari Lifestyle Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA—Andewi dalam Bahasa Sansekerta diterjemahkan tumbuh-tumbuhan. Andewi adalah tanaman berdaun hijau yang pada umumnya dapat ditemukan di India, Eropa dan Amerika.

Tanaman ini merupakan secarik gambaran siluet yang ditampilkan desainer Dian Pelangi dalam karya busana terbarunya. Dalam pagelaran Indonesia Fashion Week 2018 belum lama ini, Dian Pelangi menerjemahkan ide Andewi dalam 12 looks modest fashion.

Untuk melambangkan keindahan floral Indonesia, Andewi terinspirasi dari pedalaman hutan Indonesia yang tetap menyimpan sisi cantik, elegan, tetapi misterius.

Dalam potongan koleksi tersebut, Dian ingin memberikan sentuhan gaya Spanyol yang mengadaptasi saat melakuka perjalanan dirinya ke negara tersebut. Aksen itu dia aplikasikan melalui bordir dan payet yang kemilau. Aksen ukiran dinding istana kerjaan Cordoba pun menjadi inspirasi motif bordir pada beberapa koleksi.

“Saya ingin membuat satu koleksi yang bersinar terang, dengan aksen payet modern namun tetap menggabungkan kain tradisional,” kata Dian.

Andewi merupakan koleksi semi houte couture yang dibuat dari material bahan seperti organza, sutera, poliester, dan jacquard. Untuk memunculkan ciri khasnya, Dian menggunakan kain songket Palembang yang ditenun dari alat tenun bukan mesin (ATBM) sebagai bahan utama koleksinya kali ini.

Berbeda dengan koleksi sebelumnya yang lebih identik dengan warna-warna lebih cerah, kali ini Dian lebih memilih warna lebih gelap untuk menggambarkan keindahan pesona alam yang cantik dan elegan, namun tetap memiliki sisi misterius, dia menuangkan palet warna utama yakni hitam, hijau emerald, dan keemasan dalam busananya.

Berbeda dengan koleksi sebelumnya yang lebih dominan dengan warna-warna cerah. Koleksi kali ini juga tampak sebagai upaya Dian menampilkan karya yang lebih dewasa.

Apalagi ditambah kehadiran gaun-gaun dengan petticoat, paduan rok panjang serta atasan berlengan lonceng yang menjuntai dramatis. Tak lupa tambahan hijab berwarna hitam yang membalut dengan model sangat bersahaja.

“Selain itu saya memberikan aksen ruffles yang dapat mempertegas nuansa feminin dan elegan wanita Indonesia,” kata desainer 27 tahun tersebut.

 

Bermain Aksen

Lebih detail, dengan songket Palembang tersebut Dian menghadirkan abaya melayu, baju layering dengan setelan celana hingga gaun pengantin, ball gown yang ditampilkan dengan suasana glowing in the dark.

Gaun tersebut dihadirkan dengan warna hijau emerald dengan aksen tumblr light yang dililitkan dalam bagian rok besarnya. Menariknya, gaun tersebut dikenakan oleh artis dan penyanyi Dewi Sandra sebagai muse.

Dian mengungkapkan gaun tersebut merepresentasikan keindahan hutan dalam kegelapan yang memancarkan cahaya dari ribuan kunang-kunang.

Peluncuran koleksi baru ini semakin melengkapi status satu dari 30 orang berusia di bawah 30 tahun yang dinilai paling berprestasi dan berpengaruh di Asia menurut Forbes 2018. Nama Dian Pelangi masuk dalam kategori The Art dan Celebrities lantaran dianggap mampu membawa modernitas ke pasar mode, khususnya busana bersahaja dan jilbab. Dia mampu menyisihkan lebih dari 2.000 nama lainnya dari berbagai negara di Asia dan Australia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Adplus Tokopedia