Waduh, Belanja Makanan Online Kok Malah Mengancam Kesehatan

Pengemudi ojek online sedang membeli pesanan pelanggan di Pasar Santa, Jakarta Selatan - Reuters/Beawiharta
18 Mei 2018 15:35 WIB Yoseph Pencawan Lifestyle Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA-Ada ancaman kesehatan yang tak disadari ketika belanja makanan via daring alias online. Kemudahan tak selamanya menyenangkan.

Namun, menurut Rina Ariani, anggota Pakar Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di balik kemudahan tersebut ada ancaman gangguan kesehatan yang sering tidak disadari.

"Ini kecenderungan kita yang sekarang. Dengan semakin berkembangnya teknologi, bangun tidur duduk, setelah itu ke kantor lihat komputer seharian, kemudian merasa lapar tetapi malas jalan ke kantin dan memesan makanan secara online," paparnya, belum lama ini.

Selanjutnya soal berbelanja. Sampai dengan beberapa tahun lalu, masyarakat, khususnya kaum ibu, masih gemar berbelanja ke pasar, baik pasar tradisional maupun pasar modern. Namun dengan teknologi saat ini, sudah banyak yang memilih berbelanja secara online.

"Beli cabai, daging, sayur, kecap, minyak goreng, semuanya sekarang bisa lewat online."

Memang semua jauh lebih mudah. Namun, kata dia, dengan kondisi itu kita begitu banyak mengalami pengurangan pergerakan tubuh. Bahkan mereka yang suka "nge-gym", tidak sedikit yang tetap asyik mengoperasikan perangkatnya saat sedang beraktivitas. Begitu juga di kolam renang, banyak yang lebih sibuk bermain perangkat di pinggir kolam ketimbang berenang.

Suasana tersebut juga kerap berlangsung di dalam rumah yang mana masing-masing individu, baik orang tua maupun anak-anaknya lebih sering disibukkan dengan perangkat, baik seluler maupun komputer. "Tidak ada aktivitas fisik, tidak ada pergerakan tubuh sama sekali."

Padahal, lanjutnya, melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki saja, dapat mengurangi risiko jantung, menambah tenaga serta kondisi otot dan tulang akan lebih baik. Tidur pun akan lebih nyenyak.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Adplus Tokopedia