Ubah Lemak Putih Jadi Lemak Cokelat, Temuan Baru Menghilangkan Kegemukan

Ilustrasi obesitas. - Daily Express
12 Juni 2018 12:50 WIB Bhekti Suryani Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Para ahli telah mengembangkan pendekatan radikal untuk mengatasi obesitas alias kegemukan, di mana lemak jahat yang diketahui merupakan lemak putih diubah menjadi lemak baik atau jaringan lemak cokelat yang dapat membakar kalori dengan cepat.

Sejauh ini, teknologi yang melibatkan perubahan sel lemak dalam bioreaktor hanya diuji coba pada sel manusia dan tikus. Namun jika teknologi ini terbukti bekerja pada manusia, maka bisa membuktikan ini bisa efektif digunakan untuk penanganan diabetes dan obesitas.

Brian Gillette, peneliti pada Rumah Sakit NYU Winthrop Amerika Serikat dan pendiri perusahaan rintisan Ardent Cell Technologies mengatakan, ide utama dari pendekatan berbasis jaringan ini adalah Anda dapat merekayasa lemak cokelat di luar tubuh dan mengembalikannya sebagai transplantasi,” kata Gillete seperti dilansir dari The Guardian, Senin (11/6/2018).

Ini untuk menghindari penggunaan obat pengontrol berat badan yang bisa memiliki efek samping berbahaya dan operasi bariatrik invasif yang bisa berisiko dan efektifitasnya yang terbatas.

Kebanyakan lemak di tubuh adalah jaringan lemak putih yang tidak sehat yang tersimpan di pinggang, pinggul dan paha. Namun, memiliki jumlah energi yang lebih kecil. Lemak cokelat bisa ditemukan di sekitar leher dan bahu dalam cadangan lemak putih. Lemak cokelat menghasilkan panas dan membakar kelebihan kalori. Gillette memperkirakan sebanyak 50-100 gram adalah lemak cokelat yang ditemukan pada orang dewasa. Mencapai 20% dari pengeluaran energi harian seseorang. “Ini adalah salah satu jaringan paling metabolik [membuat metabolisme tinggi] di dalam tubuh,” kata dia.

Lemak putih secara alami bisa diubah menjadi lemak cokelat melalui paparan dingin dan obat-obatan juga bisa digunakan untuk memacu lemak cokelat. Namun temuan medis terkini menyatakan semuanya memiliki efek samping.

Pendekatan terakhir adalah dengan menyedot keluar lemak putih menggunakan teknik pencangkokan lemak yang digunakan dalam kosmetik atau operasi. Di mana lemak diambil dari salah satu bagian tubuh dan disuntikkan ke tempat lain.

Studi terakhir yang diterbitkan Jurnal Scientific Reports menemukan sel lemak dapat dikonversi menjadi lemah cokelat setelah dimandikan dengan bahan kimia selama beberapa minggu di bioreaktor.

Dalam percobaan kedua, proses yang sama juga dilakukan pada tikus di mana lemak cokelat disuntikkan kembali ke dalam tubuh binatang yang telah diet lemak tinggi. Jaringan yang diubah itu terbukti mempertahankan kualitas lemak coklat dari pada kembali menjadi lemak putih selama delapan minggu.

Percobaan tidak menunjukkan tikus yang diimplan kehilangan berat badan lebih banyak dari pada kelompok yang diujicoba lainnya. Tim juga mengatakan ada lebih banyak pekerjaan yang akan diperlukan untuk menguji apakah teknik ini bisa menjadi terapi yang efektif untuk menurunkan berat badan atau diabetes dan berapa dosis yang mungkin diperlukan.

 

Sumber : The Guardian