Jogja Fortuner Community, Mengutamakan Persaudaraan

Jogja Fortuner Community - ist
17 Juni 2018 15:35 WIB Bernadheta Dian Saraswati Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Komunitas berbasis otomotif memiliki kegiatan yang beragam. Mulai dari kegiatan touring panjang sampai kegiatan sosial di pelosok pedesaan dilakoni demi menunjukkan eksistensi.

Jogja Fortuner Community atau Jofoc merupakan salah satu komunitas otomotif yang ada di DIY. Komunitas ini tidak hanya menampung pemilik mobil Toyota Fortuner, tetapi juga para mantan pemilik Fortuner yang masih ingin srawung menambah pertemanan.

Ketua Jogja Fortuner Community, Johanes Ferry Amora mengatakan, Jofoc sangat mengandalkan persaudaraan. Semangat itu ditunjukkan dari slogan yang terus didengungkan anggotanya yaitu Paseduluran Saklawase atau persaudaraan selamanya.

Bagi orang yang pernah memiliki Fortuner dan masih ingin bergabung dalam komunitas ini tetap diperbolehkan. Begitu juga yang menggunakan Fortuner sebagai mobil kedua atau kendaraan sampingannya.

Jofoc didirikan pada 10 November 2013. Dari lebih dari 100 anggota yang terdaftar, sekitar 60 anggota yang aktif mengikuti kegiatan. Kendati nama komunitas membawa nama daerah DIY, tetapi banyak anggota komunitas yang berasal dari luar kota, seperti Semarang, Purworejo, dan Kebumen.

Sebagian besar anggota Jofoc adalah kalangan pengusaha. Mereka tidak hanya berusia lebih dari 40 tahun tetapi mahasiswa usia 20-an tahun juga bergabung aktif dalam kegiatan ini. Untuk menjembatani kemungkinan adanya ketimpangan karena latar belakang usia maupun ekonomi, Jofoc memberlakukan aturan yang lain dari yang lain yaitu meniadakan iuran dan arisan.

“Kalau mau ada acara, kami semua anggota sama-sama kerja cari sponsor. Kalau uangnya sisa, dimasukkan ke kas. Jadi tanpa ada iuran, kami tetap bisa punya kas,” kata Roly, Wakil Ketua Jofoc belum lama ini.

Jofoc tidak lupa memberikan imbal balik kepada para sponsor. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membuat stiker berlogo sponsor dan ditempelkan ke mobil setiap kali mengadakan touring.

Touring yang rutin dilaksanakan setiap bulan adalah touring jangka pendek, seperti eksplorasi wisata di daerah Pantai Manganti Kebumen. Sementara setiap tiga bulan sekali diadakan touring panjang seperti ke Bali, Pangandaran, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Berusaha Mandiri

Nasmoco sebagai perusahaan penjualan mobil Toyota juga berkontribusi dalam kegiatan yang diselengarakan komunitas. Nasmoco berkontribusi melalui dana khusus untuk kegiatan komunitas. Kendati demikian, Jofoc tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan dana itu. “Sebisa mungkin kami mandiri,” kata Ferry.

Sebagai salah satu mobil kelas menengah atas, Jofoc tetap memperhatikan prosedur tetap atau protap touring agar tidak mengganggu para pengguna jalan. Seperti tidak sembarangan membunyikan sirine. Penggunaan patroli dan pengawalan (patwal) juga hanya diberlakukan jika jumlah iring-iringan lebih dari 10 mobil.

Anggota juga dilarang mengendarai mobil secara ugal-ugalan. Anggota sudah dibekali stiker bernomor anggota yang tertempel pada bagian belakang mobil. Masyarakat yang melihat ada mobil anggota Jofoc yang mengendarai secara ugal-ugalan, bisa melaporkan ke pihak pengurus komunitas dan akan ditindaklanjuti.

“Kami berusaha tegas dan tidak segan-segan memberikan teguran bahkan mengeluarkan anggota jika ada yang di jalur garis keras,” kata Roly.