Waspadai Gangguan Tumbuh Kembang pada Anak Sejak Dini

Ilustrasi anak makan - ist/Medicaldaily
07 Agustus 2018 19:35 WIB Eva Rianti Lifestyle Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA – Ahli endokrinologi anak Aman Bhakti Pulungan menuturkan, perlu dilakukan upaya deteksi dini dalam mengantisipasi Growth Hormone Deficiency (GHD) atau kekurangan hormon pertumbuhan, salah satu penyebab gangguan tumbuh kembang anak.

"Deteksi dini pada waktu kehamilan menjadi sangat perlu dilakukan oleh para orang tua terhadap anak mereka masing-masing, yakni dengan diterapi. Ini merupakan implementasi dari 1000 hari pertama kehidupan (HPK),” ungkapnya dalam Media Briefing Hari Anak Nasional (HAN) 2018 di Jakarta baru-baru ini.

Dia mengatakan, dengan perkembangan sains dan teknologi dalam sektor kesehatan, GHD sudah dapat diterapi dengan recombinant human growth hormone (r-hGH) yang identik dengan somatotropin yang diproduksi di kelenjer pituitari.

Berbeda dengan masalah gizi, anak GHD memiliki masa pengobatan/ terapi yang signifikan yaitu antara usia 3 tahun sampai pubertas.

“Jika terlambat dilakukan penanganan, maka anak dengan GHD tersebut akan mengalami kesulitan untuk mengejar ketertinggalan tinggi tubuh yang ideal sesuai dengan usianya,” lanjutnya.

Anak dengan GHD yang beranjak dewasa akan mengalami perubahan fungsional yang tidak spesifik, semisal perubahan kesehatan fisik dan mental, fungsi jantung, dan parameter metabolik.

Dalam kesempatan yang sama, Medical Director PT Merck Tbk Risa Anwar menuturkan, GHD tidak hanya menyebabkan fisik yang pendek, tetapi banyak dampak yakni kepada kesehatan, psikologi, bahkan hingga sosial.

“Gangguan ini seringkali tidak disadari oleh orang tua, jadi anak tidak mendapatkan hak antisipasi mengenai hal itu,” tuturnya.

Oleh sebab itu, diperlukan adanya edukasi yang berkelanjutan sehingga publik bisa memahami dan mendeteksi gejala GHD sedini mungkin dan dapat menentukan pengobatan ataupun terapi yang sesuai.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Adplus Tokopedia