Yuk Kita Ukur Tekanan Darah Secara Rutin, Penting Lho

Cek tekanan darah - boldsky.com
09 Agustus 2018 17:35 WIB Dewi Andriani Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Tekanan darah merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Terlalu tinggi atau terlalu rendah adalah hal tidak baik untuk kesehatan.  Karena itu sangat penting untuk menjaga tekanan darah Anda tetap normal.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Bambang Widyantoro yang juga Ketua Panitia May Measurement Month mengatakan dari hasil pengukuran di tahun 2017 ditemukan bahwa 1 dari 3 orang dewasa dengan rerata usia 41 tahun mengalami peningkatan tekanan darah dan 1 dari 6 orang sudah mengkonsumsi obat penurun tekanan darah.

Secara “awareness”, 1 dari 10 orang baru pertama kali mengetahui bahwa tekanan darahnya di atas normal. Hal penting yang harus menjadi perhatian adalah sebanyak 7, 7% dari penderita hipertensi sudah pernah mengalami stroke, 15, 7% juga menderita penyakit jantung koroner, dengan lebih dari 19% masih merokok aktif dan 16, 2% dari penderita hipertensi juga menderita diabetes.

Survey ini juga menunjukkan bahwa hipertensi terbukti meningkatkan risiko stroke 11 kali lebih tinggi dan risiko serangan jantung koroner 8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang tekanan darahnya normal. 'Oleh karena itu, semua orang dewasa diharapkan untuk melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin, terutama penderita hipertensi agar dapat memantau target pengendalian tekanan darahnya dengan melakukan pengukuran di rumah, dan selalu berkonsultasi dengan dokter yang merawat, agar dapat menurunkan risiko komplikasi akibat hipertensi,” ujarnya.

Menurutnya, melakukan pengukuran tekanan darah secara berkala di rumah, sangatlah penting untuk memahami teknik pengukuran yang benar. Yang dianjurkan adalah pengukuran pagi hari saat bangun tidur dan malam hari sebelum tidur, dengan 2-3 kali pengukuran selang 1 menit pada masing-masing waktu. "Sebaiknya dilakukan dalam posisi duduk bersandar, posisi lengan atas sejajar dada, dengan pemasangan kain lengan (cuff) yang tepat di lengan atas,” lanjut dr. Bambang.

 dr. Tunggul D. Situmorang SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia atau Indonesian Society of Hypertension (InaSH) mengatakan bahwa Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh yang mempunyai pembuluh darah, antara lain jantung, ginjal dan otak. Karena hipertensi adalah silent killer, diperlukan upaya bersama secara berkelanjutan dalam rangka semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hipertensi.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit hipertensi, Perhimpunan Hipertensi Indonesia atau Indonesian Society of Hypertension bekerja sama dengan PT Omron Healthcare Indonesia menggelar Bulan Tekanan Darah atau May Measurement Month dan gerakan mengukur tekanan darah secara rutin di rumah.

"InaSH bersama mitra kami, PT Omron Healthcare Indonesia, berpartisipasi dalam program mengukur tekanan darah jutaan orang di dunia, termasuk di Indonesia, melalui “May Measurement Month” yang merupakan inisiatif International Society of Hypertension. Selain itu kami juga gencar mengkomunikasikan pentingnya pengukuran tekanan darah secara rutin di rumah," ujarnya

Pada tahun 2017, May Measurement Month diikuti lebih dari 70.000 orang di 34 propinsi di Indonesia. Adapun pada 2018, lebih dari 120.000 orang di 27 propinsi telah menjalani pengukuran tekanan darah.

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia