Keren, Batik Sogan Sleman Terbang ke Australia

Beberapa model menampilkan rancangan busana Koelanuwoen Perth karya Sogan Batik Kampung Rejodani Sleman pada ajang Modest Fashion Australia (MFA) event Sabtu (4/8/2018) lalu. - Ist/Sogan Batik
10 Agustus 2018 21:37 WIB Abdul Hamied Razak Lifestyle Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA-Rancangan busana Koelanuwoen Perth karya Sogan Batik Kampung Rejodani Sleman mengikuti perhelatan fashion show di Perth, Australia. Karya busana batik ini menjadi satu-satunya karya anak negeri yang manggung pada event yang digelar Agustus ini.

Owner Sogan Batik Iffah M Dewi mengatakan, karya Sogan Batik diterima dengan baik oleh masyarakat Perth, Australia. Rancangan busana Koelanoewoen Perth ditampilkan pada acara launching event Modest Fashion Australia (MFA) event Sabtu (4/8/2018) lalu.

"Koelanoewoen Perth menyampaikan pesan di setiap coretan motifnya. Batik yang ditulis itu menggambarkan tentang Islam sebagai agama perdamaian, keindahan Islam, hingga perempuan Islam yang sama haknya bahkan mendapat penghormatan tinggi dan mulia," kata Iffah melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (8/8/2018).

Dia terinspirasi dari kisah sejarah Islam di Australia yang dibawa oleh nelayan dari Makassar dan berakar dari Majapahit. Iffah mengombinasikan batik motif khas Jawa dengan motif khas aborigin, tetap desain bernuansa etnik namun tetap modest (tertutup), sesuai dengan tuntunan berbusana dalam Islam.

"Kami juga menggambarkan betapa indahnya ajaran kebaikan Islam. Seperti menentang terorisme, tentang fair trade, sedekah, dan lainnya," katanya.

Ada 10 karya Koelanoewoen Perth. Masing masing menceritakan kisah tersendiri. Mulai Pesisir Marege, Nustralian Loose Tops dan Nelayan Dress, The Macassans Blazer dan Marege Saroong, Majapahit Loose Tops dan Shahadah Saroong, Boomerang Caftan, Fraction Tunic, Sama Longcoat, Rejodani Dress, Motif Why I'm Here Dress, Wafe Tunic, dan Akhlaq Saroong.

Dalam bahasa Jawa, kata Iffah, Koelanoewoen (Kulonuwun) memiliki dua suku kata yakni Kula yang berarti saya, dan Nuwun yang artinya permisi bisa juga berarti harapan.

"Sebagai bahasa sapaan atau salam yang selalu diucapkan saat masuk ke rumah atau tempat orang lain, sekaligus identitas kesopansantunan orang Jawa, maka karya batik ini diharapkan menjadi karya yang bisa diterima di Australia," katanya.

Konsulat Jendral Republik Indonesia di Perth Dewi Tobing mengatakan, masuknya desainer Indonesia ke ajang MFA bisa membawa hubungan lebih kuat antara Indonesia dan Australia.

"Kami juga berharap desain Koelanoewoen Perth ini bisa diterima dipasar Australia yang begitu mencintai model fashion," ujarnya.

Adplus Tokopedia