Pro-Max DIY Dorong Terbentuknya Komunitas di Daerah

Para pecinta motor Honda GL Pro dan GL Max berkumpul setelah deklarasi Pro/Max DIY.
14 Agustus 2018 14:35 WIB Bernadheta Dian Saraswati Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kumpulan pecinta motor Honda GL Pro dan GL Max tingkat DIY mendeklarasikan diri sebagai komunitas Pro-Max DIY. Hadirnya komunitas indukan ini ingin menjadi wadah bagi anggota komunitas untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat.

Kehadiran Pro-Max DIY tidak sekadar formalitas. Komunitas di level provinsi yang berperan sebagai komunitas induk ini ingin mendorong munculnya komunitas serupa di tingkat kabupaten/kota di DIY.

Ary Susanto, Penasihat Pro-Max DIY sekeligus penasihat Pro Max Club Indonesia (PMCI) Pengurus Daerah Jawa Tengah mengatakan selama ini pecinta motor GL Pro dan GL Max hanya terwadahi oleh komunitas Ikatan Motor Promax Jogja atau IMPX yang terbentuk pada 2001. Komunitas IMPX bermarkas di Kota Jogja. 

"Karena anggotanya semakin banyak, dari IMPX ini kemudian merangkul untuk mendirikan satu klub minimal selevel kabupaten dan ke depan bisa berkembang," kata Ary kepada Harian Jogja, di lokasi Deklarasi Pro-Max, GOR Pangukan, Tridadi, Sleman, Minggu (29/7).

Hal tersebut dilakukan karena pada kenyataannya pecinta motor GL Pro dan GL Max mulai muncul baik dari Sleman maupun Bantul. Sampai saat ini, empat kabupaten/kota di DIY sudah memiliki wadah sendiri.

"Untuk Sleman bernama Glamors, Gunungkidul namanya GL Gunungkidul atau GLGK, Bantul namanya GL Club Bantul atau GLCB, dan Kulonprogo namanya GLKP. Semuanya itu mulai hari ini [Minggu, 29 Juli 2018] bernaung di bawah Pro-Max DIY yang kami deklarasikan," kata Ary.

Ia mengatakan, antusias para pecinta  GL Pro dan GL Max sangat tinggi. Hal tersebut terbukti dari kehadiran para anggota Pro-Max luar DIY seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatra, dan Bali. "Ini artinya antusiasme dan kepedulian tentang Pro-Max sangat bagus," ujar Ary.

Sampai saat ini anggota Pro-Max DIY sudah mencapai 500 anggota dan setiap tiga bulan sekali ada pertambahan 20-50 anggota. Acara deklarasi Pro-Max DIY juga dimeriahkan dengan musik dangdut. 

Ary menjelaskan untuk bergabung di Pro-Max DIY, syaratnya adalah klub sudah berjalan atau terbentuk minimal satu tahun dan mayoritas anggota klub adalah pemilik motor varian Gl Pro dan GL Max. Dari situ, sebenarnya apapun komunitas motor tua boleh bergabung di Pro-Max, asal mayoritas anggotanya adalah motor Honda GL Pro dan GL Max.

“Kami ingin mengajak anggota membesarkan nama Pro-Max DIY dan mengajak komunitas atau klub yang masih belum punya indukan untuk menjalin silaturahmi antarpenggemar motor varian Gl Pro dan GL Max,” katanya.

Membangun Pandangan Positif

Pro-Max DIY mengajak anggota untuk membangun pandangan positif masyarakat karena selama ini masih ada orang yang menilai komunitas otomotif hanya sebagai wadah untuk berkendara secara ugal-ugalan.

“Cara yang kami lakukan misal ada bencana alam atau musibah kami selalu suport dan membantu kejadian tersebut. Dalam berkendara kita juga harus mengutamakan safety ridding. Terutama kami melarang semua tindak melanggar hukum seperti narkoba, judi, dan miras,” kata Ary.

Pendanaan untuk kegiatan sosial bersumber dari semua anggota. Selain itu anggota juga berupaya mencari donatur dari luar Pro-Max DIY.

Untuk menjaga keutuhan komunitas ini, dibudayakan untuk menjaga komunikasi antaranggota. Jika ada permasalahan yang dihadapi segera mungkin diselesaikan agar tidak berlarut-larut. Adanya rapat secara bergilir di rumah-rumah anggota juga diyakini mampu membuat Pro-Max DIY lebih guyub.

Selama bergabung di komunitas itu, Ary sendiri merasakan banyak manfaatnya. Antara lain mendapat pengalaman berorganisasi, sosialisasi, dan mengetahui cara berkendara dengan benar. Ia juga mendapatkan banyak kenalan yang tidak hanya menjadi teman tetapi juga sahabat dan bahkan saudara.