Saat Menua, Ini yang Terjadi Pada Tubuhmu

Proses Penuaan - youglo.co
14 September 2018 19:35 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Seiring usia bertambah, umumnya kemampuan tubuh manusia menjadi menurun.

Kekuatan tubuh, kemampuan organ vital dan bagian tubuh lainnya umumnya akan menurun.

Misalnya saja kulit mengendur, tulang mudah rapuh, dan degenerasi organ lainnya. Meskipun kita telah belajar tentang proses penuaan tubuh kita di kelas sains kita, tahukah

Anda apa sebenarnya yang terjadi selama penuaan, terutama pada bagian dan organ tubuh yang berbeda?

Seiring waktu, organ kita mengalami kelelahan dan memperlambat fungsi. Hal ini menyebabkan banyak perubahan pada tubuh, yang terjadi secara bertahap. Fungsi kognitif kita menurun dan begitu juga kemampuan kita untuk melihat dan mendengar.

Perubahan yang paling mencolok terjadi pada kulit dan rambut kita. Rambut kita mulai kehilangan ketebalannya dan berubah menjadi abu-abu. Kulit kita juga kehilangan elastisitas dan keriputnya terbentuk.

Di sini, akan dijelaskan tentang berbagai perubahan yang dialami sistem organ kita selama proses penuaan.

1. Efek Pada Otak

Otak kita adalah bagian terpenting tubuh kita. Ini bekerja tanpa lelah sepanjang hidup kita, memproses banyak ton informasi. Otak kita terdiri dari jutaan neuron mungil, yang penting untuk menyimpan dan memproses informasi. Seiring waktu, jumlah neuron menurun, menyebabkan penurunan fungsi kognitif seperti kehilangan memori dan Alzheimer.
Juga, semakin tua kita dapatkan, semakin banyak kemungkinan kita menderita penyakit yang disebut "Silent Stroke" yang merupakan hasil dari kelainan otak.

2. Efek Pada Sistem Kerangka

Tulang manusia dikenal sebagai zat yang sangat kuat dan keras dan kebanyakan terdiri dari kalsium. Tapi tulang ini juga memiliki tanggal kedaluwarsa. Aktivitas fisik setiap hari memberi banyak tekanan pada tulang dan akhirnya kehilangan kalsium dan menjadi rapuh.

Hal ini menyebabkan sejumlah kondisi seperti arthritis, kondisi sendi yang menyakitkan, atau osteoporosis, di mana tulang menjadi terlalu rapuh sehingga bahkan jatuhnya kecil bisa menyebabkan patah tulang. Seiring bertambahnya usia, reflek kita juga melambat.

3. Efek Pada Sistem Nervous

Terlepas dari otak, bagian penting lainnya dari sistem saraf adalah sumsum tulang belakang. Saraf tulang belakang kita berisi disk di antara tulang-tulang, yang menjadi keras dan rapuh karena usia. Hal ini menyebabkan penurunan kapasitas bantalan, memberi tekanan lebih pada tulang belakang. Kondisi ini sangat menyakitkan dan bisa menimbulkan rasa sakit meski dengan sedikit gerakan.

Rasa sakit kadang menyebabkan hilangnya neuron, yang melepaskan diri dari tulang belakang dan mengakibatkan penurunan keseimbangan. Saraf perifer yang bertanggung jawab untuk menghubungkan sumsum tulang belakang dengan otak juga terdegradasi, yang menyebabkan refleks menjadi lambat.

4. Efek Pada Sistem Pencernaan

Meskipun kita semua suka makan, kita perlu terus mengubah makanan kita untuk memenuhi tuntutan tubuh kita. Perut kita terus berupaya mencerna segala sesuatu yang kita makan. Tapi seiring waktu, cairan pencernaan dan tingkat pencernaan berkurang.

Hal ini menyebabkan masalah lain seperti gangguan pencernaan, gas atau kembung. Konstipasi juga menjadi masalah umum bagi lansia, karena titik dua tersebut perlahan kehilangan fungsi normalnya dan menyulitkan makanan untuk melewatinya. Hal ini juga dapat menyebabkan pertumbuhan abnormal pada titik dua yang dikenal sebagai polip.

5. Efek Penuaan Pada Ginjal

Kita sering melihat orang tua yang menderita masalah ginjal. Itu karena fungsi ginjal kita mulai menurun setelah usia 35 tahun. Ginjal kita pada dasarnya memiliki dua fungsi penting - untuk menyaring produk limbah dan menciptakan keseimbangan asam dan basa dalam tubuh.

Karena gaya hidup yang sibuk dan pola makan yang salah, ginjal kita mengalami tekanan yang luar biasa. Mereka akhirnya mulai mengalami penurunan fungsi, menyebabkan masalah besar pada orang tua. Penyakit yang sangat umum di kalangan orang tua adalah batu ginjal, yang terjadi karena kurangnya asupan cairan dan yang lainnya adalah gagal ginjal.

6. Efek Pada Organ Reproduksi

Penuaan memiliki efek sedikit berbeda pada pria dan wanita. Sistem reproduksi kita umumnya diatur melalui sekresi hormon, yang mengurangi dari waktu ke waktu. Sementara wanita mengalami menopause antara 45 dan 55, pria mengalami penurunan dorongan seksual mereka, karena tingkat testosteron dalam tubuh menurun. Masalah lainnya termasuk penurunan produksi semen dan juga sering disfungsi ereksi. Karena menopause, wanita juga mengalami hot flashes.

7. Efek Pada Organ Sense

Indra kita seperti mata, telinga, hidung, lidah dan bahkan kulit juga mengalami proses penuaan. Seiring waktu, mata dan telinga kita menjadi lemah, oleh karena itu kacamata dan alat bantu dengar menjadi taruhan terbaik untuk bertahan. Mata kering dan katarak adalah masalah mata yang umum dialami orang tua. Otot mata melewati proses degenerasi yang bisa menyebabkan penglihatan kabur. Kulit kehilangan elastisitasnya dan seiring dengan tarikan gravitasi selama bertahun-tahun, kulit mulai kendur dan menyebabkan keriput.

8. Efek Pada Sistem Pernafasan

Paru-paru kita merupakan bagian utama dari sistem pernafasan kita. Karena mereka kebanyakan terbuat dari otot, mereka juga mengalami degenerasi. Seiring waktu, kapasitas menahan udara paru-paru menurun, sehingga napas pendek dan sesak. Orang tua lebih rentan terhadap penyakit paru-paru, yang mungkin parah jika mereka memiliki riwayat merokok.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia