PARENTING: Anak Remaja Butuh Motivasi, Bukan Diatur

Ilustrasi remaja - Reuters
02 November 2018 11:35 WIB Gloria Fransisca Katharina Lawi Lifestyle Share :
Haarianjogja.com, JAKARTA -- Apakah Anda memiliki anak remaja yang tengah galau atau sulit diatur? Berikut sebuah kisah yang menginspirasi tentang bagaimana memberi motivasi remaja Anda.
 
Dikutip dari Parentmap.com, belum lama ini, seorang siswi di Holy Names Academy, Seattle, bernama Sarah Pham tidak pernah tahu apa tujuan hidup. Dia juga tak tahu perubahan apa dalam hidup yang ingin dia berikan.
 
Sarah pun lantas mendengar program Youth Ambassadors Program dari Bill & Melinda Gates Foundation. Dia pun memulai perjalanan hidup pada usia 16 tahun melalui program ini. 
 
Sebelumnya, saat di sekolah dia aktif dalam organisasi Social Justice Committee dan juga Public Speaking Club. Dia juga aktif menjadi relawan yang melakukan program penyuluhan untuk gelandangan bersama para dokter.
 
"Misi saya untuk mendukung sesama anak muda saat itu, mendengarkan permasalahan mereka, dan saya menjadi relawan untuk beragam isu dalam komunitas ini," ujar Sarah.
 
Sarah mengaku dorongan hidupnya saat remaja tak lepas dari latar belakang keluarga yang memberi banyak dampak positif. Ibunya dulu pernah menjadi pengungsi saat perang Vietnam. Sementara kakek Sarah ditempatkan dalam kamp dengan berbagai tentara dari suku dan ras. Pengalaman itu membuat Sarah muda terdorong untuk melakukan perubahan. Sarah yang juga tertarik pada dunia videografi ini ingin membuat lebih banyak video yang bercerita tentang imigran dan krisis dalam pengungsian.
 
Melalui pengalaman ini seorang remaja bisa bertumbuh sebagai pribadi yang baik jika lingkungan sekitar dalam hal ini orangtua mau mendukung dan mendorong mereka setiap hari melakukan yang terbaik. 
 
Hal ini memberikan pemahaman selain kepara orangtua juga kepada para guru agar menginspirasi para remaja. Seorang remaja harus diajak keluar dari zona nyaman dan belajar lebih banyak. Remaja perlu melakukan pendekatan khusus pada minat dan bakatnya.
 
"Jadilah figur pemberi kekuatan, kebaikan, inovasi, dan inspirasi, bagi mereka," terang Sarah yang sekarang masih fokus pada dunia relawan kemanusiaan.
 
 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia