Di Sumenep Rujak Disajikan Berkuah Lho

Rujak Sumenep Berkuah - ist
03 November 2018 10:35 WIB newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, SUMENEP—Rujak di Jawa Timur dibuat dari campuran kacang dan petis sebagai bumbunya dan ditambah potongan lontong dan rebusan sayur. Jika umumnya rujak disajikan dengan bumbu yang lekat, rujak di Sumenep disajikan berbeda dengan di daerah lainnya, termasuk tiga kabupaten lainnya di Pulau Madura, Jawa Timur.

Bumbu rujak di ujung timur Pulau Madura memiliki kuah dari hasil ulekan dari campuran kacang, petis, cuka, dan air yang memang dibuat agak encer dan menjadi kuah.

Petisnya pun beda dengan petis untuk rujak di Pulau Jawa pada umumnya yang berwarna hitam dan bahan bakunya dari udang atau petis udang.

Sementara di Sumenep, petisnya dari rebusan ikan dan berwarna kecoklatan. Selain itu, cuka yang dipakai untuk rujak Sumenep beda dengan cuka masak pada umumnya.

Cuka untuk campuran bumbu rujak di Sumenep adalah cuka dari air pohon siwalan hasil fermentasi dan beraroma agak kecut atau masam. Namun, cuka itulah yang memberikan aroma dan rasa yang khas dan menyegarkan pada kuah rujak di Sumenep.

Selain kacang, petis, dan cuka, potongan pisang biji bisa diulek menjadi bahan tambahan bumbu rujak sesuai selera calon pembeli.

Kalau ingin kuahnya terasa lebih pedas, mintalah kepada pemilik warung untuk menambah jumlah cabainya. Biasanya pemilik warung memang menawari calon konsumennya.

Kalau ingin merasakan dan menikmati sensasi rasa rujak berkuah, silakan ke Sumenep. Namun, di sarankan langsung ke wilayah kecamatan di luar kecamatan kota. Bisa siang maupun malam.

Mengapa? Warung rujak di kecamatan kota, biasanya menjual rujak yang tak berkuah sebagaimana rujak di tiga kabupaten lainnya di Pulau Madura.

Ingin menjajal rujak berkuah yang secara kasat mata seperti bumbu pecel di Pulau Jawa itu? Segera ke Sumenep. Kalau ke Batang Batang, sekalian mampir ke Pantai Lombang, sebuah objek wisata dengan hamparan pasir putih dan jejeran pohon cemara udangnya.

Sumber : Antara