Stres Tak Selalu Minus, Ada Plusnya Juga

Ilustrasi stres - Reuters
07 November 2018 09:35 WIB newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kehidupan ini tak pernah terpisahkan dari berbagai hal yang memicu stres manusia.

Kondisi ini sebenarnya normal dan bisa berdampak positif karena memacu Anda bekerja lebih baik, membuat tubuh dalam mode siap pada berbagai kejadian termasuk bahaya yang mengancam dan meningkatkan adrenalin.

Tetapi, jangan abaikan kalau stres berlebihan bisa membuat Anda sakit. Bagaimana ini bisa terjadi?, berikut paparan singkatnya seperti dilansir Medical Daily, belum lama ini.

Tingkat stres yang tinggi meningkatkan kadar kortisol yang bila berlebih juga memicu mual, denyut jantung cepat, sesak napas, sakit kepala, dan reaksi fisik lainnya. Ini mungkin menjelaskan mengapa Anda merasa sakit secara fisik ketika sangat khawatir atau cemas pada sesuatu.

Biasanya, respons ini menghilang ketika kadar kortisol Anda kembali normal. Tetapi jika Anda terus-menerus stres, levelnya tetap tinggi, dalam jangka panjang, bisa berkontribusi pada penyakit jantung, diabetes, gangguan pernafasan, dan masalah gastrointestinal.

Dalam jangka pendek, Anda mungkin lebih rentan terhadap penyakit ringan karena kecemasan dapat melemahkan sistem kekebalan Anda dan kemampuannya melawan kuman.

"Ketika orang stres, mereka sakit, karena sistem kekebalan tidak dapat menekan virus," kata Shanna Levine, MD, dari Icahn School of Medicine, Mount Sinai di New York City.

Meskipun Anda tidak dapat 100 persen terhindar dari rasa khawatir, belajarlah mengelola tingkat stres bisa Anda.

Para ahli menekankan pentingnya orang-orang menyayangi diri mereka, terutama mereka yang terlalu kritis terhadap kesalahan mereka, mencoba untuk menanggung beban emosional orang lain dan gila kerja sehingga menolak istirahat.

Sumber : Antara