PARENTING: Sosok Pahlawan Super Ternyata Berdampak Buruk pada Anak-Anak

Ilustrasi anak-anak mengenakan kostum pahlawan super - Reuters
10 November 2018 11:35 WIB newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Jika selama ini Anda mengira sosok pahlawan super bisa dijadikan contoh baik bagi anak-anak, pertimbangkan lagi pemikiran itu.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan film tersebut sebenarnya mengirimkan pesan berbahaya kepada anak lelaki dengan menggambarkan karakter baik dengan menoleransi kekerasan.

Sebuah analisis merinci dari 10 film pahlawan super yang dirilis pada tahun 2015 dan 2016 menemukan bahwa tokoh protagonis, atau “orang baik”, rata-rata melakukan 23 tindak kekerasan dalam satu jam dan tokoh antagonis “orang jahat”, melakukan 18 tindak kekerasan per jam, menurut laporan DPA, belum lama ini.

Anehnya, tokoh protagonis juga berperan sebagai melakukan pembunuhan lebih banyak dari tokoh antagonis.

Selanjutnya, pahlawan super lelaki terlibat dalam lima kali melakukan kekerasan sebanyak pahlawan super perempuan.

“Anak-anak dan remaja melihat pahlawan super sebagai ‘orang baik’, dan mungkin dipengaruhi oleh peran mereka dalam berperilaku mengambil risiko dan melakukan kekerasan,” ujar Profesor Pediatri di Penn State College of Medicine sekaligus penulis utama Robert Olympia, yang dipresentasikan di konferensi American Academy of Pediatrics, 2018.

Kendati demikian bukan berarti film-film pahlawan super ditarik dari peredaran. Kuncinya, sambung peneliti utama John Muller, mendiskusikan konsekuensi dari kekerasan. 

Muller menganjurkan agar keluarga untuk menonton bersama dan memastikan untuk berbicara mengenai kekerasan dalam film. “Hal ini membantu anak mengembangkan keterampilan berpikir kritis untuk mengevaluasi apa yang mereka lihat dan menyesuaikan dengan nilai-nilai yang berlaku di keluarga,” ujarnya.

Sumber : Antara