Main Medsos Idealnya Berapa Lama? Ini Jawabannya

Ilustrasi bermain ponsel - Reuters
02 Desember 2018 11:35 WIB Tika Anggreni Purba Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Anda banyak menghabiskan waktu bermain media sosial (medsos) dan membaca banyak informasi dari beragam sumber. Hati-hati, terlalu banyak menerima informasi melalui media sosial dapat mengganggu kesehatan mental Anda.

Melihat berbagai konten berisikan gambar-gambar atau pengumuman pernikahan, pertunangan liburan, kelahiran bayi, atau peningkatan karier orang lain di media sosial dapat membuat Anda merasa tidak nyaman, misalnya Anda  mulai membandingkan kehidupan Anda dengan orang lain.

Jika ternyata konten yang diunggah orang lain mempengaruhi kebahagiaan Anda, itulah tandanya Anda harus mengurangi akses ke media sosial.

Menurut penelitian dari University of Pensylvania yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Clinical Psychology disebutkan bahwa 30 menit adalah waktu yang paling ideal untuk beraktivitas di media sosial. Waktu ideal ini bisa dilakukan kalau Anda memang menginginkan kesehatan mental yang lebih baik.

Para peneliti meneliti penggunaan media sosial pada 143 mahasiswa dalam dua kali percobaan. Satu kali pada musim semi dan satu kali lagi pada musim gugur. Peneliti memantau seluruh aktitivas peserta penelitian di Facebook, Instagram, dan Snapchat.

Mereka kemudian diteliti kesehatan mentalnya berdasarkan beberapa indikator yaitu dukungan sosial, takut ketinggalan informasi, kesepian, penerimaan diri, kecemasan, dan depresi.

Selanjutnya, peneliti memisahkan mahasiswa pada kelompok-kelompok. Satu grup diminta untuk menggunakan media sosialnya seperti biasa selama tiga minggu, sebagian grup lagi diminta hanya menggunakan media sosial 10 menit per hari untuk masing-masing platform media sosial. Peneliti kemudian melihat perbedaan apa yang terjadi pada mahasiswa tersebut setelah eksperimen berakhir.

Pada mahasiswa yang hanya menggunakan media sosialnya selama 30 menit per hari, mereka mengalami peningkatan dalam kehidupan mentalnya. Kecenderungan rasa kesepian, depresi, kecemasan, dan takut ketinggalan berkurang drastis.

Faktanya mengurangi kebiasaan media sosial justru membuat kita tidak merasa sepi. Selama ini justru orang sibuk di media sosial dengan alasan kesepian. Padahal hasil penelitian membuktikan lain.

Banyak orang yang juga merasa cemas karena melihat postingan orang lain di media sosial, namun dengan menguranginya tampaknya hidup akan lebih tenang. Yuk gunakan media sosial dengan bijaksana.

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia