Paradise Batik Hadirkan Busana Cross Cultural dengan Motif Kekinian

Koleksi busana bertajuk Cross Cultural dari Paradise Batik dalam Jogja Fashion Week 2018 - ist/Paradise Batik
03 Desember 2018 09:35 WIB Salsabila Annisa Azmi Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Paradise Batik menghadirkan 24 busana batik bertajuk Cross Cultural. Busana yang menonjolkan perpaduan unsur tradisional dengan motif kekinian itu dipamerkan dalam Jogja Fashion Week 2018.

Tampil dengan berbagai corak warna, rancangan busana Cross Cultural dikemas dalam konsep ready to wear coordinate alias siap pakai yang elegan.

Sesuai dengan konsistensinya selama ini, Paradise Batik mengangkat busana etnik lokal melalui batik yang didesain dan diproduksi sendiri. Melalui guratan motif batik unik, Paradise Batik mencoba mempresentasikan trend yang terinspirasi dari adanya keterbukaan pemikiran masa kini dalam keberagaman budaya dari sisi kemanusiaan sehingga tercipta multikultur.

Sumber inspirasi desainer Paradise Batik, Mudrika Paradise, salah satunya datang dari penggabungan beberapa kultur dan gaya. Penggabungan itu diwujudkan dalam rancangan busana kali ini melalui motif tribal, motif postmodern dan kimono sebagai potongan pakaian tradisional Jepang.

“Unsur etnik tetap dipertahankan pada koleksi kali ini dengan sentuhan inovasi yang kekinian sehingga cocok digunakan kalangan milenial,” kata Mudrika kepada Harian Jogja, awal pekan ini.

Ke-24 koleksi busana Cross Cultural ini dikerjakan 90% dengan teknik batik tulis kontemporer. Koleksi ini dikemas dengan konsep coordinate meliputi atasan, bawahan, outerwear, gamis, dan juga batik pada jilbab dengan style ready to wear elegan. Siluet-siluet sederhana akan mendominasi busana siap pakai ini sesuai dengan keinginan pasar.

“Koleksi ini memberikan kesan tabrak corak, etnik dan kriya tercampur di dalam satu koleksi dengan tetap memperhatikan keseimbangan satu dan lainnya sehingga membaur menjadi satu karya seni,” kata Mudrika.

Motif dengan gaya postmodern ditampilkan di awal koleksi dengan motif yang asimetris, serta motif dengan bentukan yang ambigu. Selain itu, beberapa motif tribal yang tampak lebih modern juga dirancang oleh Paradise Batik.

Motif-motif ini dibuat dengan proses batik tulis. Kesan urban akan muncul dari gaya elegan dengan siluet I, sehingga tampilan terasa lebih ringan meski mempertahankan unsur tradisional,” kata Mudrika. Busana-busana Paradise Batik bisa didapatkan di gerai Jalan Karanglo Nomor 7, Kotagede, Jogja dan dilihat di akun Instagram @paradisebatik.