Awas, Makanan Olahan Bisa Merusak Gigi Susu

This handout picture taken in 2010, and released to Reuters on July 12, 2011 shows a bioengineered tooth (R) engrafted into the lower jaw of a mouse at Tokyo University of Science. REUTERS/Dr. Takashi Tsuji/Tokyo University of Science - Handout
20 September 2013 13:50 WIB Lifestyle Share :

[caption id="attachment_449354" align="alignleft" width="450"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=449354" rel="attachment wp-att-449354">http://images.harianjogja.com/2013/09/gigi-reuters.jpeg" alt="" width="450" height="225" /> Ilustrasi gigi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)[/caption]

Harianjogja.com, SLEMAN—Makanan dan minuman olahan mempercepat proses kerusakan gigi susu pada anak dan berdampak pada pertumbuhan gigi dewasa.

Spesialis Gigi Anak dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada (UGM) Emut Lukito mengatakan, meski terasa lezat di lidah tetapi aneka makanan minuman memiliki aneka dampak negatif.

“Contohnya susu formula (sufor). Produsen sudah mendesain minuman tersebut identik dengan ASI [air susu ibu], tetapi sufor tetap memiliki dampak negatif,” ujarnya saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di FKG UGM, Kamis (19/9/2013).

Sebab, kata dia, asam yang ada pada sufor dapat melekat di gigi susu anak yang mengakibatkan karies atau gigi berlubang. Pencegahan karies pada gigi susu dapat diatasi dengan dua cara, memberikan air putih pada anak atau membersihkan gigi.

Lukito menuturkan, pemberian air putih direkomendasikan karena air minum dapat menetralkan asam. Sementara membersihkan gigi dengan alat bantu, baik berupa kapas atau kain kassa pada bayi atau sikat gigi pada anak tetap menjadi cara terefektif melindungi gigi,

Makanan olahan seperti burger, pizza serta panganan cepat saji lain disebutnya tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan tubuh anak. Melainkan juga pada kesehatan gigi anak. Pasalnya makanan tersebut cenderung lengket. Tanpa disertai kedisplinan anak membersihkan mulut, gigi susu mudah alami karies.

“Makanan kaya serat tetapi keras justru disarankan. Misal tebu, bengkoang atau apel. Serat tinggi ini tidak hanya bermanfaat untuk pencernaan tetapi juga membantu membersihkan gigi juga,” imbuhnya.