Toksoplasma Tidak Hanya Disebabkan Kucing

Cats rest on the balcony of a house in Shanghai February 24, 2006. REUTERS - Nir Elias
26 September 2013 13:51 WIB Mediani Dyah Natalia Lifestyle Share :

[caption id="attachment_451219" align="alignleft" width="450"]http://images.harianjogja.com/2013/09/kucing-reuters.jpg">Ilustrasi kucing (JIBI/Harian Jogja/Reuters)http://images.harianjogja.com/2013/09/kucing-reuters.jpg" width="450" height="300" /> Ilustrasi kucing (JIBI/Harian Jogja/Reuters)[/caption]

Harianjogja.com, SLEMAN—Kucing yang diidentikkan sebagai penyebar toksoplasma mengakibatkan masyarakat berpendapat hewan tersebut merugikan dan harus dibuang. Padahal hewan lain juga dapat menjadi perantara parasit toksoplasma gondii protozoa ini.

Dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Ida Tjahjati mengakui kucing sebagai satu-satunya hewan yang dapat menularkan toksoplasma lewat kotoran. Kontak langsung dengan kucing dan kotorannya dapat mengakibatkan orang, hewan atau tumbuhan tertular bakteri tersebut.

Namun, tegas dia, perantara bakteri ini ke tubuh manusia bukan hanya disebabkan kucing. Hewan lain juga dapat menjadi media penyebaran.

Kendati demikian, mitos ini terlanjur berkembang dan mengakibatkan masyarakat enggan memelihara kucing dengan alasan perempuan sulit hamil atau bakteri dapat merusak plasenta ibu dan menyerang janin sehingga mengakibatkan kecacatan pada bayi.

"Toksoplasmosis tidak hanya disebabkan kucing. Bisa menyerang manusia secara langsung melalui binatang mamalia seperti sapi, kambing atau unggas dan akhirnya dikonsumsi manusia," ujarnya dalam seminar Menyibak Mitos: Kucing=Toxoplasmosis di Laboratorium Klinik Hewan Jogja, Rabu (25/9/2013).

Proses daging sapi atau kucing dapat menjadi sumber penyebaran toksoplasma, terang dia, dimulai saat sapi atau kambing tidak sengaja memakan kotoran kucing yang sudah terjangkit bakteri toksoplasma gondii.

Ketika kambing dan sapi tersebut disembelih, dijual bebas dan dikonsumsi tanpa pengolahan yang tepat, secara otomatis manusia tertular tokso.

Kotoran kucing yang juga dapat mempengaruhi kualitas tumbuh-tumbuhan seperti sayur maupun buah. Guna mengatasi, ia menuturkan proses pencucian dan pemasakan perlu diperhatikan secara seksama.