Awas, Kapur Barus Sebabkan Impotensi

29 September 2013 16:10 WIB Mediani Dyah Natalia Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Aturan pemakaian setiap produk pengharum yang beredar di pasaran perlu dicermati untuk menghindari dampak negatif bagi kesehatan.

Dokter Rumah Sakit (RS) Panti Rapih, Lukas Asdi Yudiono mengatakan, selain memperhatikan kandungan dalam setiap bahan makanan sehari-hari, masyarakat juga perlu mencermati “aturan main” produk pengharum.

“Produk yang mengganggu kesehatan kini bukan hanya makanan yang mengandung pengawet, perasa dan pewarna (3P). Sekarang ada satu lagi tambahan, yaitu pengharum. Jadi total ada 4P yang patut diwaspadai,” jelasnya saat ditemui di rumah sakit setempat pekan lalu.

Produk pengharum yang dapat diwaspadai ialah pengharum ruangan maupun mobil. Asdi memberikan penekanan pada pengharum mobil lebih besar. Sebab produk ini dipasang di sekitar pendingin udara. Aroma harum tersebut akan lebih mudah dan banyak terhirup penumpang.

Dampak negatif yang mungkin disebabkan pengharum, ujar dia, seperti gangguan pada syaraf karena pasien mudah merasa pusing. Bagi pasien yang memiliki alergi, bahan kimia ini dapat mengakibatkan seseorang sakit batuk yang sulit sembuh, sinusitis maupun mata merah.

“Karena harum dan di pasang di dekat AC, aroma yang terhirup semakin dalam dan bikin gebras-gebres [bersin] lalu merangsang rhinongitis,” tambah dia.

Pasien yang merasakan dampak buruk pengharum umumnya dialami oleh anak. Pasalnya, anak-anak menyukai aroma yang kuat dan akan semakin mendekati barang yang “dirasa” oleh indera penciuman.

Sementara orang dewasa jarang mengalami persoalan ini lantaran daya nalar dan intuisi lebih bekerja. Ketika menghirum aroma yang terlalu kuat dan atau terlalu lama, orang dewasa akan menjauhkan diri.

“Kalau anak justru akan mendekati sumber bau. Aroma bensin saja anak suka, makanya anak-anak suka ketika berada di SPBU,” papar dia.

Penggunaan kapur barus disebutnya juga dapat mempengaruh kesehatan, utamanya bagi kaum laki-laki. Asdi menyebutkan penggunaan kapur barus yang salah atau berlebihan dapat melemahkan saraf seksual.

“Laki-laki dapat mengalami impoten karena penggunaan kapur barus,” ungkapnya.

Asdi menuturkan, dirinya bukan ahli kimia dan tidak berkompeten memberikan rekomendasi mengenai kadar penggunaan pengharum yang aman. Antisipasi yang dapat dilakukan masyarakat awam ialah membaca petunjuk penggunaan produk serta menggunakan intuisi.

Khusus untuk penggunaan kapur barus, dia menyarankan, agar masyarakat memperhatikan area maupun jumlah kamper yang terpasang. Misal, jangan menyimpan zat padat berupa lilin itu di daerah penyimpanan pakaian dalam.