Advertisement

Asyiknya Berburu Barang Saat Garage Sale

Rabu, 22 Oktober 2014 - 15:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
Asyiknya Berburu Barang Saat Garage Sale Suasana bazaar pakaian yang digelar Ladies Day beberapa waktu lalu. (JIBI/Harian Jogja - Ladies Day)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Jual beli barang bekas atau istilah bekennya preloved di kalangan pecinta fashion saat ini sudah bukan hal yang tabu. Beragam benda dan pernak-pernik, mulai dari pakaian, tas, sepatu, aksesoris hingga kosmetik sekalipun bisa diperjualbelikan. Bahkan peminatnya pun tak sedikit. Terbukti setiap acara bertajuk Garage Sale yang digelar selalu kebanjiran pengunjung.

“Awalnya memang ngetrennya di kalangan perempuan, tapi sekarang laki-laki juga mulai banyak yang jual beli barang preloved,” ujar Martha Riahna Sembiring, Koordinator Ladies Day Bazaar Organizer ketika dihubungi Selasa (21/10/2014).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Konsep awal jual beli barang bekas ini menurut Martha diawali dari upaya mengurangi koleksi barang yang sudah menumpuk di rumah. Daripada dibuang, barang yang masih berkualitas akan dijual kembali. Selain menguntungkan bagi penjual, pembeli pun senang karena mereka bisa menemukan “harta karun” dari barang bekas yang dijual dengan harga murah. Umumnya, barang preloved yang dijual pada setiap event garage sale memang lebih banyak pada produk fashion.

Dari hasil pengamatannya, minat perempuan DIY untuk berbelanja barang preloved cukup besar. Kebanyakan yang dicari adalah pakaian-pakaian bekas seperti dress, blazer atau kemeja. Tak sedikit pula berburu aksesori seperti sepatu, tas maupun perhiasan.
Kosmetik pun menurut Martha sempat populer diperdagangkan di bazaar garage sale, namun belakangan sudah tak terlalu banyak yang melakukannya karena peminatnya di Jogja yang tak sebanyak produk fashion lainnya.

Dari beragam jenis produk yang dijual murah, barang-barang yang bermerk menurut Martha biasanya menjadi incaran. Namun sebenarnya bukan itu daya tarik berburu fashion preloved. Yang paling asyik dari berburu preloved adalah kemungkinan menemukan produk unik yang sudah sulit ditemukan di pasaran. Apalagi beberapa brand fashion memproduksi produknya secara eksklusif untuk satu rentang waktu tertentu. Di luar itu, produk tersebut tak akan diproduksi lagi sehingga pilihan membeli barang preloved menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa.

“Seperti sekarang sedang tren barang vintage dan itu laris sekali. Yang dilihat sekarang malah bukan merk-nya tapi model dan kualitas produk yang dijual. Makin unik dan langka biasanya cepat laris,” papar perempuan yang juga kerap berburu barang preloved ini.

Untuk harga, rentang yang ditetapkan bervariasi tergantung masing-masing penjual. Tapi biasanya untuk pakaian bekas harga dipatok mulai dari Rp20.000. Harga yang ditetapkan juga bukan harga mati. Artinya bila pembeli pintar membujuk dan melayangkan tawaran, diskon tambahan pun bisa diraih.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Pura-Pura Jadi Pembeli, Pria Ini Sikat HP di Sejumlah Warung di Bantul

Bantul
| Rabu, 30 November 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Luhut Ingin Gilas Oknum yang Hambat Investasi Masuk Indonesia

News
| Rabu, 30 November 2022, 19:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement