TIPS PARENTING : Ini Cara SDN Serayu Motivasi Orang Tua

Ilustrasi Kebersamaan Anak dan Ibu (Magforwomen.com)
29 Maret 2015 08:20 WIB Lifestyle Share :

Sekolah Jogja, SDN Serayu menggelar talk show di Sahid Rich Jogja Hotel untuk memberikan motivasi pada orang tua.

Harianjogja.com, JOGJA - Orang tua mengemban amanah yang harus dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Pekerjaan ini tidak mudah sejalan perkembangan lingkungan sekitar menuntut perhatian dan pengawasan sebagai bentuk tanggung jawab tersebut.

Adi Cilik Pierewan selaku Komite SD Serayu menilai peran tanggung jawab orang tua dalam mendampingi anak menghadapi tantangan fisik maupun psikis buah hatinya yang tidak kecil. Terlebih, buah hati yang sudah mulai beranjak dewasa.

"Orang tua mau tidak mau harus bisa memenuhi kebutuhan fisik maupun psikis buah hati. Termasuk motivasi untuk buah hati dalam masa tumbuh kembangnya," katanya usai melaksanakan program Talk Show bertema Bagaimana Memotivasi Anak yang diselenggarakan Komite SDN Serayu Jogja dipusatkan di Imperial Ballroom Sahid Rich Jogja Hotel, Sabtu (28/3/2015).

Program talk show menampilkan pembicara antara lain psikolog Tika Bisono, Ana Hariyadi Suyuti, Indria L. Gamayanti dan Zaenal Muttaqien. Keempatnya menyepakati pembangunan karakter secara menyeluruh sangat ditentukan peran orang tua. Pembangunan karakter akan mendorong hal positif dilakukan anak dalam kehidupan di lingkungan yang sehari-hari harus bergulat menghadapi jenis kenakalan seperti bullying, pertengkaran antar teman, membolos sekolah, mulai belajar merokok, melawan orang tua, malas belajar hingga menjadi trouble maker.

Berikan Pujian

Panelis menyebut memberikan pujian secara tidak berlebihan amat penting untuk membangun aspek emosional anak secara konstruktif. Orang tua tidak boleh pelit melontarkan pujian kepada buah hati dan perlunya menghindari sikap mencela sisi lemah anak. Pasalnya menurut pembicara, anak ibarat bangun ruang yang selalu tumbuh berkembang dengan mengacu pada potensi multi intelligence yang unik.

Orang Tua sebagai Sahabat Anak

Panelis mengingatkan anak bukanlah miniatur orang tua. Anak ingin menjadi dirinya lepas dari bayang-bayang orang tuanya. Maka, tugas orang tua bukan membentuk miniatur diri tapi menjadi sahabat dan partner anak agar untuk menjadi diri sendiri dan menemukan cita-cita yang telah terencana.

Pentingnya Reward & Punishment

Menjawab beberapa pertanyaan audien, soal beberapa sikap orang tua kepada anak yang melakukan kekeliruan, panelis yang cukup menguasai persoalan mengingatkan perlunya dibangun sistem reward and punish. Menyikapi kenakalan atau kesalahan anak, bentuk teguran bahkan punish tetap harus diberikan secara prudence tanpa menyakiti hati atau menyinggung perasaan.

Sebaliknya, panelis mengingatkan reward bagi anak apabila memang buah hati meraih prestasi dan berperilaku baik. Diakuinya, ada keterkaitan otak dengan respon anak. Terdapat respons mekanisme kerja otak anak dimana mereka merasa berada di daerah nyaman dan mendapat perhatian baik dari orang tua maupun teman-teman sebayanya. Untuk itulah, jika menemukan rangsangan positif dari lingkungan sekitar akan cenderung meresponnya
dengan baik.

Komunikasi yang Efektif

Hal yang tak kalah penting dipaparkan yakni perlunya orang tua membangun komunikasi dialogis yang efektif dengan anak secara berkesinambungan. Komunikasi yang baik menghindari pembentukan sikap otoriter dan mau menang sendiri, tapi menciptakan sosok anak yang mandiri yang cerdas intelektual, emosional dan spiritual.

"Apabila anak dimarahi secara emosional, anak cenderung meresponnya dengan negatif bahkan sampai destruktif," timpal Ana Haryadi Suyuti dalam acara tersebut.