TUBERCULOSIS YOGYAKARTA : Rawan Menularkan Bakteri pada Orang Terdekat

10 Mei 2015 21:20 WIB Lifestyle Share :

Tuberculosis Yogyakarta rawan ditularkan kepada orang terdekat.

Harianjogja.com, JOGJA-Penderita tuberculosis ata TBC dengan BTA positif sangat rawan menularkan bakteri TB pada orang di sekitarnya. Sementara hingga akhir April tercatat ada enam kasus penyakit TBC di wilayah Gedongtengen.

“Tahun lalu ada seorang eksekutif muda yang memeriksakan diri di puskesmas. Hasilnya positif tertular penyakit TBC. Ternyata dia tertular penyakit TBC dari istrinya,” papar Kepala Puskesmas Gedongtengan,Kota Jogja, Tri Kusumo Buwono, Kamis (30/4/2015).

Ditemui terpisah di kantornya, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Joga, Yudiria Amelia, mengatakan penyebaran penyakit TBC berkaitan erat dengan sistem kekebalan atau imun tubuh. Apabila sistem kekebalan tubuh melemah maka bakteri TB mudah tertular penyakit ini. Selain HIV, ada beberapa kasus penyakit TBC juga disertai penyakit lainnya seperti diabetes dan kanker.

Dia mengungkapkan penularan penyakit TBC di Kota Jogja ibarat fenomena gunung es. Penderita penyakit TBC cukup sedikit yang ditemukan padahal penderita penyakit TB lainnya yang belum terdeteksi masih cukup banyak.

“Ini yang menjadi kendala utama penanggulangan penyakit TBC. Tidak hanya di Kota Jogja namun di kota-kota lainnya kondisinya sama,” terang dia.Selama ini, Dinas Kesehatan Kota Jogja sebagai otoritas pemerintah telah bekerja sama dengan dua rumah sakit negeri dan delapan rumah sakit swasta serta beberapa klinik dokter swasta di Jogja untuk menemukan penderita baru TBC. Permasalahannya, penderita baru TBC yang ditemukan di
klinik dokter swasta tak pernah dilaporkan ke instansi terkait.

Pihaknya telah melakukan beberapa hal untuk mencegah penularan penyakit TBC di masyarakat. Misalnya melaksanakan contact tracing yakni investigasi dengan menelusuri orang-orang terdekat yang kerap berinteraksi dengan penderita TBC. Hal ini dilakukan untuk menemukan penderita baru TBC.

“Jadi contact tracing dilakukan pada 10 orang terdekat penderita TBC. Bisa suami, istri, anak hingga tetangga rumahnya sehingga bisa ditemukan penderita baru TBC. Hal ini akan memutus mata rantai penularan penyakit TBC,” ungkap dia.

Tak hanya itu, instansi terkait juga gencar menggalakkan kegiatan promosi kesehatan terutama kebersihan lingkungan di setiap kecamatan. Lingkungan tempat tinggal harus bersih dan ada ventilasi udara. Bakteri TB akan mati apabila terkena sinar matahari.

“Penderita TBC harus melakukan etika batuk. Saat batuk harus menutup mulut dengan sapu tangan atau tisu sehingga bakteri TB tidak menular ke orang terdekat,” jelas dia.