PENELITIAN TERBARU : Pasta Gigi ini Mampu Cegah Serangan Jantung

20 Oktober 2016 11:20 WIB Mediani Dyah Natalia Lifestyle Share :

Penelitian terbaru mengenai pasta gigi yang berfungsi ganda.

Harianjogja.com, AMERIKA -- Penelitian terbaru kali ini mengenai pasta gigi yang efektif menghilangkan plak dan mencegah serangan jantung serta stroke.

Dikutip dari Dailymail, Rabu (19/10/2016), hubungan antara kesehatan gigi dan gusi dengan penyakit peradangan di seluruh tubuh, baik serangan jantung dan stroke telah lama dilakukan. Adapun riset sebelumnya menyatakan penyakit gusi berkaitan erat dengan kesehatan jantung. Mereka yang jarang membersihkan gigi memiliki faktor risiko lebih besar mengalami serangan jantung.

Hal ini disebabkan bakteri yang ada di gusi berkembang ke peredaran darah, baik ke jantung dan batang nadi.

Kini, dengan inovasi ini, sebuah pasta gigi dapat mengatasi masalah tersebut. Pasta gigi yang dikembangkan di Amerika Serikat ini dapat membersihkan plak dua kali lebih bersih.

Level peradangan saat menggunakan pasta gigi ini turun menjadi 29%, hanya selisih sedikit dari obat-obatan yang digunakan untuk mengurangi lemak, termasuk triglyceride dan kolestrol dalam darah, yakni 37%.

Peradangan ini diukur menggunakan alat untuk mengetahui gejala serangan jantung dan stroke, yakni C-reactive protein yang sangat sensitif.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Florida Atlantik ini juga meminta responden menyikat gigi seperti yang dilakukan selama ini dan membekali dengan Plaque HD selama 60 hari. Dengan produk ini, plak dapat dihilangkan dengan menyikat gigi atau pasta gigi.

Plak yang ada di gigi lalu diberi obat kumur spesial dan difoto menggunakan ultraviolet. Level hs-CRP lalu diukur oleh laboratorium independen.

Ketua penelitian, Charles Hennekens menyampaikan,"Penemuan mengurangi plak gigi merupakan pengembangan dari riset sebelumnya, tetapi penurunan peradangan adalah hal yang baru."

Hennekens dan tim juga membuktikan manfaat aspirin untuk kesehatan pada tahun 1990-an. Penelitiannya menyelamatkan jutaan orang di dunia.

Kepada Daily Telegraph, dia menambahkan,"Kemungkinan penemuan ini akan mempengaruhi kebijakan penggunaan statin, aspirin, penghambat beta dan produk lain yang dapat mengurangi sakit serangan jantung.

"Keistimewaan hasil riset ini ialah cara pengaplikasian yang mudah tetapi memberikan dampak besar serta tanpa efek samping," ungkap dia.

Jurnal Kedokteran Inggris pada tahun 2010 pernah memuat mengenai fakta mereka yang tak menjaga kebersihan mulut, memiliki potensi 70% mengalami serangan jantung dibandingkan mereka yang rajin menyikat gigi dua kali sehari.

Penyakit gusi, seperti bengkak, luka dan infeksi dialami lebih dari setengah orang dewasa di Inggris. Kebanyakan dari mereka hanya menyikat gigi sekali sehari.