TIPS KESEHATAN : Salah Tanggap Alergi Berujung pada Mallnutrisi

20 Oktober 2016 05:20 WIB Abdul Hamied Razak Lifestyle Share :

Tips kesehatan mengenai penanganan alergi.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Menangani alergi pada anak perlu dilakukan secara tepat. Salah penanganan bisa mengakibatkan anak kekurangan nutrisi (mallnutrisi).

Perubahan pola hidup masyarakat rupanya berdampak pada semakin tingginya jumlah kasus alergi yang muncul. Terutama kasus alergi pada anak. Data World Allergy Organization (WAO) dalam The WAO White Book on Allergy pada 2013 menunjukkan, angka prevalensi alergi mencapai 10-40% dari total populasi dunia. Di Indonesia, berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Jogja, terdapat prevalensi  resiko alergi yang cukup tinggi dialami anak para dan usia sekolah. Sebagian besar disebabkan alergi makanan. Meliputi, udang (12.63%), kepiting (11.52%), tomat (4.38%), putih telur (3.5%) serta susu sapi (3.46%).

Meskipun risiko alergi yang terjadi meningkat, orangtua belum banyak memahami penyebab alergi pada anaknya. Rendahnya pemahaman alergi berdampak pada kesalahan penanganan alergi yang tepat.

"Selama ini masih banyak orangtua yang belum memahami cara mengenali gejala alergi yang tepat, orangtua cenderung mengambil solusi sendiri," tutur dokter Wahyudi Istiono, Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM), usai kegiatan edukasi "Tanggap Alergi dengan 3K" yang digelar Sarihusada bekerjasama dengan Departemen Kedokteran Keluarga dan Komunitas FK UGM serta Unit Kerja Koordinasi (UKK) Alergi Imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Rabu (19/10/2016).

Untuk itulah, kata warga Sariharjo, Ngaglik, Sleman itu, dibutuhkan edukasi yang berkelanjutan dan komprehensif kepada orangtua untuk mengenali dan menangani risiko dan kejadian alergi dengan tepat agar prevalensi alergi tidak terus meningkat. Edukasi dapat dilakukan oleh dokter keluarga atau dokter layanan primer. Mereka menjadi ujung tombak karena berada di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat satu.