TIPS POLA ASUH : Anak Berbakat Harus Didampingi, Ini Contohnya

Ilustrasi anak memiliki kecerdasan tinggi (wsj.net)
20 Oktober 2016 06:20 WIB Kusnul Isti Qomah Lifestyle Share :

Tips pola asuh untuk anak berbakat.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Setiap anak yang terlahir ke dunia memiliki keunikan dan membawa beragam potensi sebagai anugerah dari Sang Pencipta. Berbagai keunikan dan potensi inilah yang kemudian membedakan satu anak dengan anak lain. Perkembangan mereka pun harus terus didampingi.

Bunga M Ardini dari Olifant mengatakan, tak ada satu anak pun yang memiliki kesamaan dalam segala aspeknya dengan anak lainnya. Untuk itu, Olifant School kembali mengadakan School for Parents dengan tema Kenali dan Dampingi Anak Berbakat, Berpotensi, Superior, dan Gifted.

"Kami menghadirkan seorang pembicara sekaligus Inisiator dan Pembimbing Komunitas Anak Gifted yaitu dr Drg Julia Maria Van Tiel. Workshop ini diadakan pada 18 Oktober 2016 di Meeting Room Kayana B, Boutique Hotel, Jogja," ujar dia dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (19/10/2016).

Julia menyatakan, setiap anak yang terlahir unik membuat para orangtua harus memahami suatu keberagaman. Dalam sebuah kurva normal, anak-anak khusus cenderung berada di sebelah kiri dan kanan. Dalam keberagaman untuk mendapati potensi unggul, anak-anak terbagi menjadi anak bertalenta atau anak berbakat dan gifted.

"Anak gifted adalah anak yang secara intelegensi memiliki kecerdasan luar biasa namun memiliki hambatan perkembangan karena adanya ketidakselarasan," ungkap dia.

Mereka menunjukkan kemampuan yang berbeda jauh di mana pola perkembangannya tidak sinkron pada anak seusianya, dikombinasi dengan tingkat kemampuan kognitif yang sangat maju, dan disertai dengan intensitas emosi yang sangat kuat. Ketidakselarasan ini akan semakin meningkat dengan semakin tingginya kapasitas intelektual yang mereka miliki.

"Anak gifted juga cenderung mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan maupun teman sebaya sehingga hal tersebut muncul sebagai permasalahan bagi anak gifted," ucap dia.

Beberapa ciri-ciri yang bisa menunjukkan anak gifted yakni anak gifted berpotensi mempunyai kognitif atau kapasitas intelektual yang berada pada kisaran di atas rata-rata (high potential ability). Mereka juga mempunyai kreativitas yang tinggi, menyukai tantangan dan dorongan atau motivasi yang kuat untuk meraih tujuan.

Mereka juga mengalami kebosanan dan kesulitan dalam bergaul dengan teman sebaya, karena kosakata, kepribadian, dan minat yang sangat berbeda dengan anak seusianya. Kecerdasan anak gifted juga cenderung tidak merata di semua bidang, bisa lebih unggul pada satu kecerdasan tetapi juga lambat pada kecerdasan lainnya. Keunikan seperti inilah yang kadang membuat kita salah interpretasi dalam menghadapi anak-anak dengan kelebihan yang telah diberikan oleh Tuhan.

Keunikan mereka pada akhirnya membutuhkan adanya suatu pola pengasuhan, pengajaran, dan pendampingan yang khusus agar proses tumbuh kembang mereka dapat berjalan dengan optimal. Penyaluran bakat dan minat menjadi tugas orangtua untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak istimewa.

"Kami juga mengajak orangtua untuk lebih dapat mengenali sedini mungkin dalam bidang intelektual, bakat khusus, dan apakah anak-anak kita mempunyai keluarbiasaan yang berbeda. Mari kita selalu mendukung, memahami, dan mengembangkan karakter masing-masing anak untuk dapat menghantarkan anak-anak kita menjadi anak yang sukses," papar dia.