PENELITIAN TERBARU : Mau KB Alami? Coba Konsumsi Buah Zaitun

Foto Buah Zaitun (Medolico.com)
16 Mei 2017 21:55 WIB Mediani Dyah Natalia Lifestyle Share :

Penelitian terbaru mengenai manfaat zaitun.

Harianjogja.com, JOGJA -- Deretan manfaat buah zaitun bertambah. Penelitian terbaru menunjukkan buah kaya manfaat ini juga dapat berfungsi sebagai kontrasepsi alami.

Dailymail pada Senin (15/5/2017) menulis konsumsi segenggam buah zaitun tidak dapat mencegah kehamilan. Namun zat kimia dalam buah tersebut dapat menghentikan sperma bertemu dengan sel telur.

Kandungan alami tersebut juga ditemukan dalam buah anggur dan mangga. Konsumsi buah tersebut dapat menggantikan pil KB di pagi hari. Zat tersebut bekerja jika dikonsumsi lima jam setelah berhubungan tanpa kondom.

Penemuan ini juga dapat menjadi pil kontrasepsi pertama yang dapat dikonsumsi laki-laki dan perempuan tanpa ada efek samping, semacam serangan jantung, darah menggumpal dan depresi.

Zat bernama lupeol bekerja untuk menghentikan "gerakan" sperma. Caranya dengan mengikat ekor sperma saat mendekati sel telur. Bahan kimia lain, primisterin yang banyak ditemukan pada buah anggur dan biasa digunakan sebagai obat di Tiongkok juga memiliki efek yang sama.

Peneliti dari Universitas Berkeley, Amerika Serikat bahkan mengatakan kandungan zat tersebut dapat dirasakan selama dua tahun bagi perempuan, baik sebelum dan sesudah berhubungan dan empat tahun bagi laki-laki.

Peneliti, Polina Lishko menyampaikan zat ini tidak akan meracuni sperma. Sebab sperma dapat tetap bergerak. Hanya, zat ini akan mempengaruhi gerak sperma menjadi lebih lambat. Sebab seluruh jaringan aktivasi ditutup.

"Zat ini jauh lebih aman daripada pil KB reguler dan menjadi kontrasepsi bagi laki-laki di masa depan. Bahan ini dapat dimanfaatkan perempuan dan laki-laki," paparnya.

Ahli kesuburan, Allan Pacey yang juga seorang Profesor Andrologi dari Universitas Sheffield menyampaikan penemuan ini dapat dikatakan pendekatan paling inovatif untuk kontrasepsi laki-laki. Sehingga pria memiliki kesempatan yang sama untuk merencanakan kelahiran dalam sebuah keluarga.

"Peneliti telah melakukan aneka kajian untuk menyiasati hormon laki-laki selama 30 tahun. Hingga saat ini belum ditemukan zat yang efektif. Jadi kami memang memerlukan pendekatan semacam ini," papar dia.

Adapun pil kontrasepsi pada perempuan untuk mengatasi ovulasi biasanya memiliki efek samping menaikkan tekanan darah hingga penggumpalan darah.

Sementara kontrasepsi pada laki-laki biasanya memiliki risiko pada nadi, sakit pada otot dan kelainan emosi.

Penulis peneliti ini mempublikasikan hasil riset dalam jurnal Proceedings of National Academiy of Sciences. Disebutkan dua zat dalam tumbuhan tersebut dapat menjadi alternatif.

"Jurnal ini menjelaskan secara detil zat alami tersebut dapat mempengaruhi sperma. Karena bekerja secara alami dan langsung menyasar sperma, Anda tidak akan merasakan efek samping," tutup Pacey.