Anak Mulai Tergantung Benda Kesayangan, Ini Kiat Mengatasinya

Ilustrasi anak memegang mainan - Reuters
29 September 2018 17:35 WIB Duwi Setiya Ariyanti Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Benda kesayangan memang seperti menemani anak-anak, tetapi akan mengganggu jika di semua keadaan, ia harus bersama benda itu.

Psikolog dari Tiga Generasi Saskhya Aulia Prima mengatakan anak menumpahkan segala emosinya melalui kegiatan bermain. Tak heran bila akhirnya terdapat beberapa benda yang paling melekat.

Bila keberadaan ini sudah cukup mengganggu misalnya anak tak mau melakukan kegiatan penting tanpa kehadiran benda tersebut, tak perlu dipaksa. Pasalnya, peran benda ini bisa saja menjadi penanda keadaan kurang perhatian atau bahkan merasa tak aman. Alhasil, penting untuk memperhatikan cara agar anak mau melepas 'ketergantungan'.

"Anak selalu pegang benda kesayangan itu bisa karena kurang perhatian atau lagi ngerasa enggak aman, jangan dipaksa," ujarnya belum lama ini.

Cara penyelesaiannya bisa dengan menanyakan langsung kepada anak mengapa benda ini tak bisa dipisahkan. Dari situlah mulai diberi pemahaman bahwa esensi kegiatan tak akan berkurang meski tak didampingi benda kesayangan. Cara ini dapat diterapkan kepada anak mulai dari usia 4 tahun.

"Kalau udah TK, bisa nanya, 'apa yang membuat ini penting? Kenapa kamu sampai enggak bisa lepas?," katanya.

Jika usia anak masih terlalu kecil untuk diberi pemahaman secara verbal, orangtua, katanya, bisa mengurangi durasi dan frekuensi anak secara perlahan. Selain itu, bisa juga digantikan dengan benda lain yang menarik perhatiannya.

"Pelan jangan langsung diambil. Mainkan durasinya, frekuensinya, kasih perhatian ke hal baru siapa tahu bisa," katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia