Opick Vendi, Hadirkan Kenangan Masa Kecil Lewat Tenun Sumba

27 Februari 2019 10:35 WIB Lajeng Padmaratri Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Masa kecil seringkali dapat menjadi inspirasi bagi karya-karya besar. Tak terkecuali yang dilakukan oleh desainer Opick Vendi dalam gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2018 lalu. Melalui produk seri busana Memoir da Sumba, ia membawa kenangan seorang kawan akan masa kecilnya ketika di Sumba melalui kain motif Sumba.

Sejak berkiprah di dunia fashion, Opick Vendi selalu mengeksplorasi kain batik dan lurik. Baru ketika mengikuti JFW 2018 yang memiliki tema Perspectrum, ia tertantang untuk mengolah kain tradisional yang lain. Setelah salah seorang kawannya bercerita bahwa dirinya merindukan masa kecilnya di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) ia terpikir untuk menjadikan hal tersebut tema busananya.

Opick kemudian memilih untuk mengaplikasikan kain motif Sumba ke dalam beberapa koleksi men ready to wear. “Karena itu kenangan masa kecil, aku kasih banyak ornamen-ornamen yang menurutku mewakili masa kecil, seperti kartun,” kata Opick kepada Harian Jogja belum lama ini.

Ia kemudian memasukan tokoh kartun dengan memodifikasi bentuk kartunnya ke dalam koleksi busananya. Hal itu tercermin dari motif serupa tokoh tersebut dalam salah satu busananya dan aksesori topi.

Meski ingin menonjolkan sisi tradisional melalui kain motif Sumba, tetapi Opick juga ingin menujukkan bahwa busana dengan corak etnik juga memiliki sisi modernitas. “Jadi ada kain tradisionalnya lalu aku kasih kain dari print digital. Karena anak-anak muda sekarang sedang sering pakai jaket, kemudian aku aplikasikan di jaketnya itu pakai print dan gabungan tenun motif sumba sama jumputan,” jelas dia.

Dalam koleksinya, Opick memanfaatkan banyak bahan kain untuk lima look, mulai dari kain tenun motif Sumba, jumputan, print digital, lurik, serta beludru. Opick menunjukkan totalitas tak hanya pada setelan atasan dan bawahan yang berupa jaket, t-shirt, outer, serta celana pendek, melainkan hingga sepatu serta aksesori seperti topi dan tas.

Topi, tas, dan sepatu yang menjadi asesorinya juga ia sesuaikan dengan gaya anak muda. Di salah satu look, Opick menghadirkan weistbag yang tersembunyi di balik singkapan kemeja. Tak hanya itu, ia juga merancang tas model clutch mengingat banyak laki-laki sekarang yang mulai menggunakannya. Untuk tas, ia memadukan bahan kulit dengan tenun.

Untuk topi, selain merepresentasikan tokoh kartun, Opick juga menekankan gaya anak muda pada pemilihan baseball hat sebagai topi yang sedang tren di kalangan anak muda terutama yang berkiblat pada budaya K-Pop. “Supaya enggak Korea banget jadi aku modifikasi seperti tokoh kartun.”

Selaras dengan Pulau Sumba yang memiliki banyak pantai dengan pemandangan menawan, Opick memilih dua warna laut sebagai warna utama yaitu biru dan putih untuk karyanya. “Memang warna basic sih, soalnya untuk cowok ya jadi nggak begitu aneh-aneh. Cowok biasanya suka yang simpel,” ungkapnya.

Untuk cutting busananya, Opick juga tidak terlalu banyak model melainkan hanya menghadirkan atasan dan bawahan dengan sederhana. “Tujuannya simpel, supaya cowok-cowok pada mau pakai,” tambah dia. Ia menginginkan rancangannya bisa dipakai dalam momen apapun, baik kasual maupun formal.

“Sebenarnya memang untuk anak muda banget, tapi enggak dipungkiri di bawah 40 tahun juga bisa pakai. Tapi segmentasiku itu cowok yang pengen tampil ke kantor pakai ini bisa, tapi ketika ingin main pakai ini juga bisa. Jadi memang buatnya agak santai banget pakai jaket dan outer. Saya penginnya anak muda tetap bisa pakai kain tradisional kalau dimaksimalkan dengan kreativitas,” kata dia.

Busana-busana Opick Vendi kini dapat dilihat melalui Instagram @opickvendi. Kini dia berkeinginan mengeksplorasi lebih banyak kain tradisional.