Sebelum Terlambat, Kenali Penyebab Gigi Sensitif dan Cara Penanganannya

Gigi palsu - Istimewa
14 April 2019 20:17 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pola perawatan dan penggunaan gigi mempengaruhi kondisi organ pencernaan tersebut. Salah satu kondisi yang bisa terjadi pada gigi adalah gigi sensitif. Gigi sensitif atau hipersensitivitas dentin merupakan kondisi klinis umum yang umumnya dikaitkan dengan permukaan dentin yang terbuka.

Hal ini paling sering disebabkan oleh hilangnya lapisan email yang meluas ke dentin. Gigi sensitif kebanyakan mempengaruhi individu pada usia 20-40 tahun dan menyebabkan ketidaknyamanan pada penderitanya.

Gaya hidup urban yang serba instan dan padat, juga memiliki dampak yang mampu mempengaruhi timbulnya gigi sensitif. Tidak hanya kopi hitam maupun es krim, pola makan sehat seperti infused water dan konsumsi jus buah-buahan yang tinggi kadar asamnya juga mampu mengakibatkan gigi sensitif.

Terlebih lagi tren generasi muda saat ini yang selalu ingin tampil sempurna dengan melakukan perawatan gigi kosmetik , seperti bleaching dan veneer y ang kini sangat diminati. 

Menurut survey yang dilakukan oleh Unilever melalui badan riset independen IPSOS pada tahun 2018 memperlihatkan bahwa 1 dari 5 penduduk di Indonesia atau 19% dari total populasi mengalami keluhan gigi sensitif.

Penderita gigi sensitif tersebut dibagi menjadi dua kategori: penderita ringan (13%) dan penderita berat (6%). Dari total penderita tersebut, 93% dari total penderita tidak mengambil tindakan apapun untuk mengatasi keluhan gigi sensitifnya. Survey juga menunjukkan bahwa penderita gigi sensitif juga menderita penyakit gusi, ulcers pada mulut, gigi goyang dan erosi email pada gigi.

Apabila Anda seringkali merasakan ngilu pada gigi Anda pada saat mengonsumsi makanan dingin dan asam, dapat diasumsikan Anda mengalami keluhan gigi sensitif. Ada beberapa penyebab gigi sensitif, berikut diantaranya:

1. Resesi gusi yang terjadi karena adanya infeksi gusi atau gingivitis

2. Abrasi gigi akibat cara menyikat gigi yang salah menyebabkan dentin terbuka dan gigi mudah ngilu

3. Treatment gigi seperti scaling (pembersihan karang gigi), atau bleaching dan veneer meny ebabkan gigi ngilu 

4. Erosi gigi akibat makanan dan minuman yang mengandung kadar asam tinggi atau berkarbonasi menyebabkan rangsangan ke dentin yang terbuka, sehingga menyebabkan rasa ngilu

5.  Keluhan gigi sensitif dan gingivitis umumnya rentan untuk diderita oleh wanita yang sedang dalam masa kehamilan

Keluhan gigi sensitif umumnya dapat dihindari apabila Anda melakukan perawatan dan pemeliharaan gigi yang efektif dan dapat dikurangi dengan penggunaan pasta gigi sensitif secara tepat dan rutin.

drg Astrid Khatalia, Sp. Pros menjelaskan bahwa terdapat beberapa tipe senyum. Pertama, monalisa smile atau senyum kecil yang hanya memperlihatkan gigi bagian atas. Kedua, social smile atau senyum sosial yang mengangkat bibir ke arah atas dan kedua gigi baik atas maupun bawah terlihat. Ketiga, complex smile, dimana senyum dengan bibir terangkat maksimal. Dalam menciptakan senyum yang ideal untuk pasien,  dokter gigi dapat memilih untuk melakukan tindakan perawatan veneer.

Drg Astrid menjelaskan bahwa veneer adalah perawatan yang dirancang untuk menghasilkan kombinasi senyuman sehat dan indah dengan memerhatikan proporsi dan bentuk gigi yang simetris, refleksi/warna gigi serta keharmonisan antara keseluruhan gigi, bibir dan wajah. Prosedur perawatan harus melalui perencanaan yang baik dan sesuai dengan standar operasional yang ada, sehingga pasien dapat memperoleh hasil treatment yang tidak merugikan kesehatan giginya.

Tindakan perawatan yang tidak tepat seperti mengambilan lapisan email terlalu banyak atau dalam rangkaian tahapan veneer terkadang menstimulus gigi menjadi sensitif Sehingga pasien harus di edukasi bahwa jika muncul gejala sensitif ini, dapat menggunakan pasta gigi khusus sensitif yang tepat.

Sementara itu drg. Bernard O. Iskandar,Sp.KG,FICCDE,FICD menjelaskan perawatan endodontik adalah perawatan untuk memperbaiki gigi yang mengalami infeksi mencapai ruang saraf gigi.  Maksud dari perawatan endodontik untuk mempertahankan gigi tanpa perlu dicabut sehingga kembali mampu berfungsi baik pengunyahan maupun menjaga penampilan gigi tetap baik. 

Keluhan gigi dan gusi ringan biasanya dimulai dari keluhan awal seperti terasa pasien mengeluh nyilu biasa disebut gigi sensitif. Beliau menjelaskan, apabila keluhan tersebut tidak ditindak secara cepat dan tepat, akan mengakibatkan kerusakan gigi yang lebih berat dan membutuhkan perawatan gigi khusus, seperti perawatan endodontik.

Untuk itu, beliau mengingatkan para dokter yang hadir untuk dapat mengedukasi pasien, jika pasien mengeluh gigi terasa nyilu dan sensitif, dapat menggunakan cara aplikasi pasta gigi sensitif dan jika sudah mengeluh adanya sakit gigi agar dapat melalukan perawatan endodontik yang tepat dan benar.

drg. Griya Ridha Raharja dan tim menjelaskan soal perawatan kasus gigi depan yang rusak yang memerlukan perawatan anterior direct composite restoration. Livedemo diharapk an agar para dokter mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai langkah-langkah tindakan yang harus diambil dan pentingnya untuk selalu mencermati setiap keputusan yang diambil dalam melakukan tindakan tersebut. 

Lebih lagi, tindakan perawatan gigi sejenis ini mampu menimbulkan gigi sensitif kepada pasien, sehingga para dokter diingatkan untuk selalu mengedukasi para pasien agar menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif. Tidak hanya untuk perawatan pasca tindakan, penggunaan pasta gigi khusus gigi sensitif pun direkomendasikan untuk digunakan selama tindakan berlangsung untuk mengurangi rasa ngilu pada gigi.

Sumber : Bisnis.com