PARENTING: Bijak Memilih Sekolah Menengah untuk Anak

Ilustrasi SMA - ist
02 Mei 2019 07:17 WIB Mahardini Nur Afifah Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Memilih sekolah menengah buat anak perlu dilakukan jauh-jauh hari. Terlebih di tengah dinamisnya kebijakan pendidikan yang acapkali terbit aturan anyar menjelang tahun ajaran baru.

Menurut melbournechildpsychology.com.au, perencanaan matang untuk menimbang pendidikan anak  bisa meminimalkan stres. Terdapat beberapa pertimbangan kunci sebagai rujukan sebelum kita menjatuhkan pilihan sekolah impian. Dengan matangnya perencanaan, keluarga makin percaya diri dengan keputusan edukasi buah hati.

Pilih-pilih Sejak Awal

Dengan mulai menimbang-nimbang beberapa opsi sekolah menengah sejak awal, kita jadi punya waktu lebih untuk meriset calon tempat menimba ilmu anak. Selain itu, dengan pelibatan anak untuk memilih secara tidak langsung kejiwaannya juga siap dengan transisi memasuki edukasi baru. Kebanyakan orang tua baru mulai melirik sejumlah sekolah lanjutan setahun sebelum masa perburuan sekolahan tiba. Padahal tidak ada salahnya mengawali pilih-pilih sejak awal. Terlebih jika ingin masuk sekolah swasta. Proses masuknya lebih kompetitif dari sisi finansial maupun kesempatan. Jika ada anggaran lebih, coba daftarkan anak ke beberapa sekolah sekaligus untuk memberikan jaminan kepastian kursi.

Tentukan Tujuan

Jika ingin mengirimkan anak ke sekolah negeri, pertimbangan utama saat ini terkait zonasi. Tidak ada gunanya menaruh harapan di sekolah di luar zona. Demikian halnya jika ingin mengirimkan anak ke sekolah berbasis agama. Pertimbangkan sejak awal kebutuhan dan kemampuan.

Tanya Kemauan Anak

Kendati orang tua memegang kendali utama keputusan sekolah anak, ada gunanya meminta persetujuan anak terkait pilihan pendidikannya. Apakah mereka ingin melanjutkan sekolah dengan kebanyakan teman-temannya sekarang? Apakah mereka ingin menjajal masuk sekolah negeri? Atau jika ingin masuk sekolah swasta berarti anak juga perlu paham biayanya lebih tinggi sehingga kebutuhan keluarga perlu disesuaikan. Orang tua perlu mengamati bagaimana motivasi belajar anak dengan sejumlah opsi sekolah lanjutan. Jika anak bahagia, mereka akan termotivasi untuk belajar di lingkungan baru. Begitu juga sebaliknya.

Pikirkan Tujuan Jangka Panjang

Keputusan memilih sekolah lanjutan untuk si kecil semestinya dibuat dengan pertimbangan jangka panjang. Memang tidak gampang mengetahui visi pendidikan sebuah sekolah. Namun kita bisa membuat pilihan. Misalkan anak harus bisa aktif menguasai tiga bahasa asing saat tamat sekolah menengah. Atau anak sudah punya kemampuan khusus setamat sekolah menengah. Murid di sejumlah sekolah didorong dengan gaya pengajaran kolaboratif. Ada juga yang punya basis norma dan moral kuat. Pelajari juga dukungan bagi anak di sekolah. Misalkan sekolah punya layanan konseling atau grup dukungan khusus untuk menunjang pendidikan si kecil. Perlu juga mempertimbangkan kesempatan mengembangkan talenta anak. Misalkan untuk fokus kepemimpinan, program belajar di luar, kesempatan menjadi sukarelawan, pertukaran pelajar, sampai menjalin relasi dengan komunitas di luar sekolah. Ingat, jika kita memilih sekolah yang hanya fokus pada kurikulum, penting juga melihat kualitas ekstrakurikuler di tempat pendidikan tersebut. Bekal ketrampilan di luar akademis itu nantinya bisa menjadi modal penting bagi masa depan anak. 

Testimoni

Situs resmi sekolah, publikasi, sampai poster hanya didesain untuk mencitrakan sekolah dalam sudut pandang positif. Tapi hal itu terkadang belum memuat realita kesehariannya. Coba tanya ke teman atau kerabat atau orang terpercaya untuk memberikan testimony sejumlah sekolah incaran. Jika perlu, tanya kepada orang tua murid yang masih aktif di sekolah tersebut. Tanyakan beberapa persoalan mendasar seperti “Apa kekurangan program atau kebijakan sekolah?”, “Harapan di sekolah tersebut?”, sampai detail ke “Bagaimana gaya berkomunikasi guru dengan orang tua/wali?”.

Faktor Biaya

Faktor biaya dan kenyamanan krusial bagi keluarga. Pertimbangkan bagaimana nyamannya hidup apabila anak kita bisa melanjutkan sekolah tak jauh dari rumah. Si kecil tinggal jalan kaki ke sekolah. Mereka bisa mengirit waktu ke sekolah, teman-teman anak juga bisa kumpul di rumah sehingga kita tak perlu was-was. Pertimbangkan juga sebaliknya. Bagaimana kalau anak bersekolah cukup jauh. Mereka butuh waktu sejam sampai ke sekolah. Apakah setiap hari perlu mengantar dan menjemput. Lantas bagaimana ongkosnya jika harus setiap hari padahal tidak tersedia angkutan umum dari rumah-sekolah. Pertimbangkan lingkup pergaulan anak dari latar belakang orang tua yang menyekolahkannya juga untuk meminimalkan stres di kemudian hari. Biaya menjadi pertimbangan penting juga untuk memilih sekolah. Banyak orang tua yang mengorbankan banyak hal seperti membenahi rumah, liburan, tidak punya mobil asal anak-anaknya bisa masuk sekolah swasta dengan biaya tingi. Orang tua juga butuh berpikir cermat saat mengirim anaknya ke sekolah nonnegeri. Pasalnya ada biaya tambahan termasuk untuk seragam, laptop, kegiatan ekstrakurikuler, camping, study tour, sampai uang saku harian.