Anda Menderita Diabetes tapi Ingin Puasa? Ini Tipsnya

Ilustrasi pengecekan kadar gula darah terhadap penderita diabetes melitus - Reuters
07 Mei 2019 06:57 WIB Tika Anggreni Purba Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Penderita diabetes tetap dapat menjalani puasa, tetapi dengan syarat dan ketentuan yang dianjurkan dokter.

Penderita diabetes harus memperhatikan betul kadar gula darah di dalam tubuh karena saja berpuasa dapat mempengaruhi kadar gula darah.

Itulah sebabnya sebelum berpuasa sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Alangkah lebih baiknya apabila konsultasi dengan dokter telah dimulai jauh sebelum jadwal berpuasa tiba.

“Hal ini penting untuk melihat kondisi gula darahnya sedang naik atau turun, dan apakah ada komplikasi akut dalam tiga bulan terakhir,” kata dokter spesialis gizi dari RS Pondok Indah-Pondok Indah Jakarta Juwalita Surapsari.

Penderita diabetes yang boleh melakukan puasa adalah diabetes tipe 2 dengan pengobatan modifikasi gaya hidup atau mendapatkan obat minum saja.

Akan tetapi pasien yang menerima terapi lebih dari itu sebaiknya jangan berpuasa dulu, atau penderita diabetes sedang hamil sebaiknya tidak berpuasa.

Selama berpuasa, penderita diabetes dianjurkan memperhatikan asupan makanan dan minuman yang tepat. Artinya, kebutuhan kalori pasien harus tetap terpenuhi sekalipun jam makan berkurang.

Dengan berpuasa 13-14 jam, penderita diabetes juga harus memperoleh cairan yang cukup. Setelah itu, olahraga rutin dan istirahat yang cukup tetap perlu dilakukan.

“Pada orang diabetes yang bermasalah adalah metabolisme gula, sehingga pada saat berbuka puasa sebaiknya mengonsumsi makanan yang manis, tetapi yang indeks glikemiknya sedang seperti kurma,” kata Juwalita. Kurma dapat dikonsumsi 2-3 butir saat berbuka puasa.

Buah-buahan merupakan sumber karbohidrat yang tepat ketika berbuka puasa. Karena walaupun mengandung gula, buah-buahan mengandung serat dan kalium, sehingga lebih unggul.

Untuk makan malam setelah berbuka puasa silakan mengonsumsi kebutuhan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks yang mengandung serat seperti sayur, buah, umbi-umbian, nasi cokelat, nasi merah, dan lain-lain.

Hindari karbohidrat sederhana seperti jus, soda, es krim, kue, dan makanan olahan lainnya. Makanan berlemak juga sebaiknya dibatasi untuk penderita diabetes. Sebaiknya mengonsumsi makanan yang tidak digoreng sama sekali.

“Jangan sampai berbuka puasa gula darah melonjak tinggi karena salah menu makanan,”katanya. Dia mengingatkan agar penderita diabetes menghindari makanan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat ketika sahur dan berbuka puasa. Pastikan juga untuk tidak melewatkan sahur setiap hari.

Intinya, pasien diabetes sebaiknya mengonsumi makanan kaya serat saat sahur dan berbuka puasa. Jangan lupa penuhi kebutuhan protein, mineral, dan vitamin.

Sumber : bisnis.com