Asam Lambung Naik Saat Puasa? Begini Penanganannya ...

Asam lambung perlu diwaspadai. (Bisnis - Nurul Hidayat)
09 Mei 2019 08:37 WIB Tika Anggreni Purba Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Bagi pengidap gangguan asam lambung, puasa menjadi tantangan tersendiri. Sebab, penyakit ini dapat kambuh karena puasa yang mewajibkan seseorang tidak makan sekitar 13-14 jam. 

Salah satu penyakit yang berkaitan dengan gangguan asam lambung adalah gastro-esophageal reflux disease (GERD). Kondisi ini  dapat ditandai dengan adanya sensasi terbakar atau nyeri pada bagian atas perut atau dada yang disebut juga dengan heartburn.

Gejala lain yang mungkin muncul pada penderita GERD adalah mual, kembung, sakit saat menelan, mulut terasa asam, dan rasa tidak nyaman pada tenggorokan. Faktor utama yang menjadi risiko penyakit GERD adalah pola makan, manajemen stres, dan pola tidur yang tidak tepat. 

“Berbagai penelitian menjelaskan bahwa berpuasa dapat mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan teratur. Penderita GERD yang berpuasa harusnya dapat menurunkan gejala GERD mereka, selama dilakukan dengan benar dan tidak makan berlebihan saat berbuka puasa,” ujar ahli nutrisi Rita Ramayulis.

Nutrisionis dan Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association ini menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi penderita GERD harus mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi juga tidak merangsang naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Makanan yang disarankan untuk penderita GERD adalah makanan yang mudah dicerna, tidak mengandung gas, atau lemak yang tinggi. Pengolahan makanan diutamakan dengan cara direbus, dikukus, dan ditumis.

Adapun kategori makanan yang sebaiknya dihindari penderita GERD adalah makanan yang mengandung gas, kadar gula tinggi, dan makanan pedas.

Makanan ini harus dihindari karena dapat meningkatkan jumlah gas dan asam. Makanan yang tinggi serat, lemak, dan makanan yang sulit dicerna juga harus dikurangi karena dapat membuat kerja lambung lebih berat.  

Sumber : Bisnis.com/Solopos.com