KOMUNITAS: Astrea Jogja Cycle, Berkumpul Bersama Merawat Sepeda Motor Lawas

Anggota Komunitas AJC - ist
23 Mei 2019 05:17 WIB Salsabila Annisa Azmi Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Motor Honda Astrea yang berjaya pada era 2000-an hingga kini masih memiliki penggemar. Di era itu, para penggemar berkumpul dalam Komunitas Astrea Jogja Cycle (AJC) yang hingga kini juga masih bertahan.

Jogja sebagai kota pelajar mendatangkan banyak mahasiswa dari berbagai daerah. Komunitas ini terbentuk karena pada era 2000-an banyak mahasiswa rantau yang menggunakan motor Honda Astrea untuk pergi kuliah. Para pemuda itu pun berkumpul di Mandala Krida memamerkan motor Honda Astra miliknya. Mulai dari jenis Supra, Grand, Impressa, Legenda hingga 800.

"[Awalnya] mereka kumpul sekitar enam orang. Langsung menamai komunitas Astrea Jogja Cycle. Kenapa cycle? karena waktu itu ngetren motor astrea bannya kecil seperti sepeda kemudian mereka sudah memasang bel sepeda di stang motor mereka," kata Ketua Komunitas Astrea Jogja Cycle, Deden Yunanto belum lama ini.

Deden mendapat cerita dari para pendahulu komunitas, di era 2000-an komunitas AJC  sering touring ke berbagai kota untuk mengunjungi sesama komunitas astrea di kota lain. Nama AJC pun mengudara di kota-kota besar luar DIY. Namun setelah para pendahulu lulus kuliah, komunitas ini semakin jarang melakukan kegiatan touring.

"Sempat vakum pada 2009, mulai bangkit lagi pada 2011. Waktu itu hanya ada saya dan satu teman saya, komunitas mulai bangkit melalui kegiatan touring yang sedikit demi sedikit kami lakukan lagi," kata Deden.

Deden pun mengajak teman-temannya dan semua kenalannya yang memiliki motor Honda Astrea untuk bergabung dalam komunitas ini. Akhirnya anggota bertambah menjadi empat orang yang rajin melakukan touring silaturahmi ke komunitas astrea di luar kota. Setelah brand komunitas kembali bangkit dan anggota terus bertambah, para anggota sepakat merancang agenda rutin.

Deden mengatakan ada dua titik yang dijadikan tempat berkumpul rutin, yaitu Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sebelah timur Tugu. Biasanya para anggota akan membawa motor honda astrea mereka dan duduk membahas segala hal tentang motor astrea yang kini sudah tidak diproduksi pabrik honda.

Banyak hal yang dibahas ketika melakukan kopi darat. Modifikasi bentuk astrea agar mengikuti jaman, modifikasi agar semakin nampak kuno, hingga berbagi ilmu soal komponen astrea. Tak jarang antar anggota melakukan jual beli komponen dengan harga teman.

"Kami berkumpul karena kecintaan kami pada motor honda astrea yang simpel, berpajak murah dan irit bensin. Kami juga ada persiapan mengikuti kontes yang diadakan oleh komunitas astrea di kota lain," kata anggota AJC, Mashuri.

Beragam Kontes

Huri mengatakan kontes yang diikuti anggota komunitas tergantung dari kelas-kelas yang tersedia. Misalnya apabila ada kontes khusus kelas standar, maka anggota yang memiliki motor honda astrea original dari pabrik akan mengikutsertakan motornya meramaikan kontes.

"Kalau kelas racing, berarti motor astrea yang buat touring dan balapan. Kalau kelas rongsok, motor yang diajukan ke kontes adalah motor yang kotor dan kuno. Karena semakin kotor dan semakin kuno itu semakin menang," kata Huri.

Untuk bergabung ke dalam komunitas ini tak hanya memiliki motor honda astrea all type. Anggota wajib menyertakan bel sepeda di setiap kemudi motor. Apabila tidak dipasang, akan dijatuhi denda ke kas komunitas. "Dan yang terpenting memiliki SIM," kata Huri.