Mengenal Tahapan dan Upaya Pengobatan Kanker Tulang

Ilustrasi - ugandacancersociety.org
16 Juni 2019 09:07 WIB Reni Lestari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kanker tulang termasuk kanker yang tergolong langka dan sulit disembuhkan serta dapat menyebabkan kematian. Dugaan kanker tulang pada pasien akan dilakukan dokter jika terdapat sejumlah gejala yang disebutkan sebelumnya. Namun, untuk memastikannya, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

"Biasanya, pada diagnosa medis, dokter akan melakukan anamnesis atau menganalisa informasi riwayat kesehatan pasien, melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti x-rays untuk melihat lokasi, ukuran serta bentuk dari kanker," ujar Dokter Spesialis Bedah Tulang, Konsultan Panggul dan Lutut OMNI Hospital Alam Sutera Mochamad Nagieb, baru-baru ini.

Dia melanjutkan, dokter bisa juga menggunakan bone scan, ct scan, ataupun Magnetic resonance imaging (MRI) untuk melihat ukuran kanker dan sejauh mana penyebarannya di dalam atau area sekitar tulang.

Selain itu, untuk menegakkan diagnosis kanker tulang, dokter bisa melakukan biopsi untuk menentukan jenis kanker tulang dan stadiumnya. Hal ini dilakukan dengan cara mengambil sedikit jaringan tulang yang terkena kanker untuk diteliti lebih lanjut dengan menggunakan mikroskop.

Selain biopsi, ada juga pemeriksaan lain yang akan dilakukan, seperti pemeriksaan darah untuk melihat ada atau tidaknya peningkatan enzim alkaline phosphatase (enzim yang diproduksi oleh hati dan sebagian oleh tulang) dan laktat dehidrogenase (enzim yang ada di jaringan tubuh untuk membantu memproduksi energi).

Setelah dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui jenis kanker tulang, dokter akan melakukan tindakan lanjutan sesuai dengan jenis dan stadium kanker tulang tersebut.

Adapun kanker tulang memiliki 4 tahapan stadium, yaitu stadium 1, pada tahap ini kanker masih di satu area tulang atau belum menyebar dan tidak agresif selanjutnya, stadium 2, sama seperti stadium 1 namun kanker lebih agresif dan mulai membesar kemudian berkembang ke stadium 3, pada tahap ini kanker sudah menyebar ke lebih dari satu area, minimal berada di 2 lokasi pada satu tulang di tulang yang sama, dan kemudian pada tahap tertinggi adalah stadium 4, saat kanker sudah menyebar ke organ lain, seperti hati, paru, atau otak.

"Kemungkinan bertahan hidup pada pasien dengan kanker tulang tergantung pada jenis dan sejauh mana penyebaran kanker. Tingkat kelangsungan hidup diperkirakan dapat bertahan selama 5 tahun ke depan untuk keseluruhan kanker tulang pada dewasa dan untuk anak-anak sekitar 70% Kanker tulang dapat saja disembuhkan," jelasnya.

Namun, hal itu tergantung dari stadium, tingkat penyebaran kanker serta respon terhadap pengobatan yang sudah dijalani. Beberapa terapi yang bisa dilakukan pasien, seperti pembedahan untuk mengambil jaringan kanker, pada beberapa kasus bahkan dilakukan rekonstruksi tulang atau penggantian tulang yang telah diambil. Pada kasus lainnya bisa juga dilakukan amputasi, kemoterapi dengan menggunakan obat anti kanker, atau radioterapi dengan menggunakan sinar x-ray berenergi tinggi.

Penderita kanker tulang dapat menambahkan perawatan paliatif selama menjalani terapi kankernya, meliputi teknik relaksasi, emosional support, pengaturan makanan dan nutrisi.

Pengobatan kanker membutuhkan biaya yang tinggi dan membutukan perawatan kesehatan yang berkualitas. Tentunya keluarga pasien ingin anggota keluarganya yang dalam proses penyembuhan bisa mendapatkan kenyamanan.

Salah satu cara memaksimalkan pendapatan agar dapat memenuhi biaya kesehatan adalah dengan memiliki asuransi. Dengan memiliki asuransi, seperti asuransi kesehatan, sama artinya melindungi pendapatan masa sekarang dan melindungi persiapan masa depan dari kemungkinan terjadinya potensi krisis keuangan karena harus membayar biaya rumah sakit yang mahal.

Sumber : Bisnis.com