Seorang Dokter Terbukti Gunakan Sperma Sendiri untuk Inseminasi, Izin Praktiknya Dicabut

Ilustrasi sperma - Istimewa
27 Juni 2019 14:07 WIB John Andhi Oktaveri Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Seorang dokter di Kanada terbukti melakukan kesalahan profesional dengan menggunakan spermanya sendiri untuk menginseminasi beberapa pasiennya. Regulator medis Kanada mencabut izin praktik dokter tersebut.

Selain itu pria bernama Norman Barwin itu menggunakan sperma yang salah dengan beberapa pasien lain ketika dia berpraktik menjadi dokter kesuburan seperti dikutip situs CBC.com, Kamis (27/6/2019).

Tindakan Norman Barwin yang berlangsung selama beberapa dekade itu disebut "mengerikan" dan "tercela”.

Colllege of Physicians and Surgeons of Ontario yang mencabut izin praktik dokter itu memerintahkannya untuk membayar denda sebesar US$10.730 dalam 30 hari. Namun, Barwin yag kini berusia 80 tahun tidak hadir untuk menerima teguran itu.

"Sangat disayangkan bahwa saat ini yang bisa kita lakukan adalah mencabut lisensi Anda untuk praktek kedokteran dan ... menyampaikan teguran ini," kata Dr. Steven Bodley, ketua panel medis tersebut. Kami merasa terhibur karena Anda tidak lagi dalam posisi yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut,” ujar Bodley.

"Anda mengkhianati kepercayaan pasien dan tindakan Anda sangat mempengaruhi individu dan keluarga mereka yang menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki yang akan berlangsung selama beberapa generasi," menurut isi teguran itu.

Dalam persidangan itu dia hanya diwakili oleh pengacaranya. 

Tim pengawas medis mengaku kini akan melakukan pengawasan agar Barwin tak lagi melakukan praktik kedokteran karena surat izinnya sudah dicabut.

Barwin sebenarnya telah menyerahkan izin praktiknya pada 2014 karena kedapatan melakukan inseminasi atau pembuahan dengan sperma yang sama pada tiga wanita. Saat itu dia menyebut kesalahan itu hanya human error.

 

Sumber : Bisnis.com