Yogyakarta Scoopy Owner Club Buktikan Tidak Semua Anak Motor di Jalanan Itu Negatif

Yogyakarta Scoopy Owner Club. - IST
06 Juli 2019 23:57 WIB Riri Rahayuningsih Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Berdiri pada 28 Agustus 2016, Komunitas Scoopy Yogyakarta atau dikenal dengan Yogyakarta Scoopy Owner Club turut meramaikan khasanah klub motor di DIY.

Komunitas Scoopy Yogyakarta didirikan oleh Doglas Effendi bersama beberapa kawannya dengan dukungan dari komunitas Scoopy dari luar kota, salah satunya Komunitas Scoopy Jepara, Jawa Tengah (Jateng).

Yogyakarta Scoopy Owner Club hadir dengan motivasi banyaknya pengguna motor Scoopy di Jogja. Selain itu juga dengan melihat potensi Jogja sebagai kota besar sekaligus kota pariwisata. Komunitas ini membawa semangat untuk mengubah pandangan negatif masyarakat tentang anak motor.

“Sejauh ini kan masyarakat umum beranggapan bahwa perkumpulan anak motor di jalanan itu anarkis, tidak taat aturan. Kami ingin mengedukasi bahwa tidak semua anak motor di jalanan itu negatif,” kata Wakil Ketua Yogyakarta Scoopy Owner Club, Ikhsan Jabir, belum lama ini.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Yogyakarta Scoopy Owner Club menerapkan sistem yang cukup serius dalam melakukan perekrutan anggota. Komunitas inii menerapkan beberapa sayarat.

Mulai dari memiliki motor Scoopy beserta kelengkapan surat kendaraan dan pengemudi, hingga keseriusan dan kontribusi calon anggota terhadap komunitas ini. “Kami wawancara dulu pas pertama dia masuk. Motivasi masuk klub apa, tujuannya apa,” kata Jabir.

Keanggotaan dalam Yogyakarta Scoopy Owner Club pun dibagi dalam beberapa angkatan. Calon anggota baru masuk ke angkatan ketiga.

Untuk menjadi anggota resmi, calon anggota harus melewati tahap demi tahap. Mulai dari pendaftaran, wawancara, partisipasi dalam kopi darat (kopdar), melakukan persyaratan melakukan dua kali perjalanan ke luar kota, hingga menghadiri acara komunitas dari kota lain.

Setelah tahap tersebut selesai, kemudian dilakukan pelantikan. Biasanya momen pelantikan itu dilakukan dengan melakukan touring wisata. Dalam pelantikan, satu angkatan dikumpulkan dan setiap calon anggota ditanya oleh pengurus soal komitmen mereka untuk klub.

“Kalau sudah selesai, nanti mereka mendapatkan stiker pendanda kalau sudah menjadi anggota resmi,” kata Jabir.


Kopdar Rutin

Yogyakarta Scoopy Owner Club memiliki agenda rutin mingguan, yaitu kopdar. Biasanya kopdar digelar di depan Duta Foto Jalan Urip Sumoharjo setiap Sabtu malam mulai pukul 21.00 WIB. Dalam kopdar, biasanya mereka membahas acara terdekat yang akan mereka lakukan.

Terkadang mereka juga membahas program jangka panjang. Selain itu, dalam kopdar mereka juga menghimpun iuran sebesar Rp10.000 sebagai uang kas.

Dalam kopdar, Yogyakarta Scoopy Owner Club menerapkan aturan berupa safety riding sampai tahap memakai masker dan sarung tangan. Terkait kehadiran, batas telat dipatok pukul 21.30 WIB.

Jika ada anggota yang telat ataupun melanggar aturan lain, ada hukuman yang diterapkan. Biasanya, hukuman berupa push up sebanyak 10 kali untuk anggota laki-laki dan scout jump 10 kali untuk anggota perempuan.

Selain kopdar rutin setiap sabtu Malam, Komunitas Scoopy Yoyakarta juga memiliki agenda berupa kopi santai (kopsan). Berbeda dengan kopdar, kopsan sifatnya kondisional. Kopsan diadakan ketika ada hal-hal yang harus segera dibahas.

Hal yang dibahas pun tidak melulu terkait dengan dunia permotoran. Setiap dua bulan sekali, mereka juga turut serta menghadiri agenda berkumpul dari Paguyuban Motor Honda Yogyakarta dan Asosiasi Scoopy Jateng-DIY. Hal ini karena Yogyakarta Scoopy Owner Club bernaung di bawah kedua paguyuban tersebut.