Pria yang Tidur Sebelum Pukul 22.30 Punya Kualitas Sperma Lebih Baik

Ilustrasi. - Reuters/Carlo Allegri
08 Juli 2019 20:37 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pola tidur pria mempengaruhi kesuburan mereka. Berdasarkan sebuah studi terbaru, tidur lebih cepat memengaruhi kesuburan pria. Studi ini menunjukkan, mereka yang tidur sebelum jam 10.30 malam atau 22.30, maka kualitas sperma empat kali lebih baik.

Oleh karena itu, para pakar kesuburan menyarankan pada pasangan yang ingin cepat memiliki momongan untuk menghindari hal-hal yang dapat membuat mereka terjaga semalaman, seperti menonton TV atau hal lainnya.

Menurut studi yang dilakukan oleh peneliti dari Aarhus University, Denmark, ini juga mengatakan kekurangan tidur justru lebih berbahaya. Peneliti mengungkapkan pria yang tidur kurang dari tujuh jam memiliki 6 kali lebih besar kemungkinan mendapatkan sperma yang buruk.

Tidur memainkan peran penting dalam mengontrol hormon dan tingkat stres yang dapat memengaruhi kesuburan.

Stres yang diakibatkan oleh kurang tidur dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan dan menyerang sperma.

"Mereka harus memikirkan apa yang membuat mereka tetap terjaga dan mencoba mengubah kebiasaan mereka, apakah itu menonton Netflix atau mengirim email," kata Dr Raj Mathur, seorang konsultan ginekolog di Manchester University NHS Foundation Trust.

"Tidur lebih awal dengan pasangan mereka juga dapat meningkatkan kesempatan mereka untuk berhubungan seks, meningkatkan peluang keberhasilan mereka (untuk hamil) lebih besar," sambungnya, melansir Independent UK.

Untuk mewujudkan kualitas sperma yang lebih baik ini, sebaiknya pria tidur selama 7 hingga 8 jam, mengutip Mens Health.

Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Fertility & Sterility, itu adalah kisaran waktu terbaik untuk menjaga kesehatan sperma.

Peneliti studi ini, Lauren Wise, Sc.D, profesor epidemiologi di Universitas Boston, menduga waktu tidur yang terlalu sedikit dapat mengurangi pelepasan testosteron, hormon penting untuk memproduksi sperma.

Ia juga menyarankan untuk menerapkan kebiasaan ini 3 bulan sebelum ingin mencoba program hamil. Sebab sel sperma matang dalam sekitar 72 hari, jadi mungkin butuh lebih dari 2 bulan untuk mengalami peningkatan kesuburan.

Sumber : Suara.com