Ternyata 93% Orang Indonesia Memakai Smartphone Tidak untuk Menelepon, tapi Foto-Foto

Siswi menggunakan gawai saat mengerjakan soal UASBN 2019 di SMA Negeri 9 Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (18/3/2019). SMA Negeri 9 Kota Bandung tersebut mulai menerapkan penggunaan teknologi smart router dalam pelaksanaan UASBN. - ANTARA/Novrian Arbi
08 Juli 2019 21:17 WIB Deandra Syarizka Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Survei bertajuk Indonesia Consumer Mobile Habit and Data Management Survey dilakukan oleh DEKA dan dikomisikan oleh Western Digital Corp. Hasilnya, penyimpanan data dalam ponsel pintar di Indonesia hampir seluruhnya diisi oleh foto dan video.  

Survei tersebut dilakukan terhadap 1.120 responden pengguna ponsel pintar di 6 kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, dan Jogja. Survei dilakukan secara wawancara langsung pada periode 27 Februari hingga 11 Maret 2019.

Menurut laporan tersebut, mayoritas pengguna ponsel pintar di Indonesia menggunakan gawainya untuk mengambil foto ketimbang aktivitas lainnya seperti menelepon atau chatting. 

Research Director Deka Insight Mamik S. Leonardo menyatakan penggunaan ponsel pintar di Indoesia terus meningkat. Pada  September 2018, tingkat penetrasi ponsel pintar di Indonesia telah mencapai 27,4% atau setara dengan 73 juta pengguna di Indonesia.

Menurutnya, sebanyak 97% responden mengandalkan ponsel pintar sebagai gawai utama dalam keseharian mereka. Responden yang lebih muda cenderung lebih banyak menggunakan ponsel pintarnya untuk lebih banyak fungsi, mulai dari bermain gim, navigasi, video streaming atau berbelanja daring.

 “Menariknya, lebih dari 93% responden yang memiliki smartphone mengatakan bahwa mereka lebih sering menggunakan smartphone untuk mengambil gambar daripada untuk menelepon sebesar 87%,” ujarnya, Senin (8/7/2019).

Setelah foto dan telepon, fungsi ponsel pintar yang paling banyak digunakan antara lain chatting 72%, merekam video 63%, dan mengakses media sosial 63%.

Dengan kebiasaan seperti itu, penyimpanan data terbanyak digunakan untuk foto sebesar 98%, diikuti 79% video, 71% musik, 56% aplikasi dan 28% dokumen.

 “Ini juga tergantung dari usianya. Generasi milenial, first jobber, lifetime mereka masih sangat panjang, sehingga semakin banyak data yang disimpan berupa foto, video dan musik,” ungkapnya.

Dia menambahkan, umumnya masyarakat Indonesia menggunakan ponsel pintar dengan memori internal 16—32 GB. Namun, kapastas ini dinilai tidak cukup untuk menampung foto dan video yang terus bertambah.

Hasil survei juga mencatat lebih dari setengah responden mengatakan bahwa mereka hanya memiliki sisa memori 1—3 GB di gawainya.

Sumber : Bisnis.com