Mahasiswa UGM Teliti Telang Sebagai Obat Penghambat Sel Kanker

Salah satu anggota tim peneliti sedang melakukan uji khasiat dari bunga telang sebagai penghambat pertumbuhan sel kanker payudara. - ist/dok.tim
10 Juli 2019 10:17 WIB Uli Febriarni Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Tiga mahasiswa UGM memanfaatkan tanaman bunga telang sebagai obat penghambat pertumbuhan sel kanker payudara.

Tiga mahasiswa tersebut adalah dua mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM yaitu Azzahra Asysifa dan Achmad Ilham Nurgina, serta Andiny Aguningtyas dari Fakultas Farmasi.

Azzahra mengungkapkan dalam penelitian yang mereka lakukan, bunga yang memiliki nama latin Clitoria ternatea ini, terbukti mengandung flavonoid seperti kaempferol dan quercentin yang berpotensi digunakan sebagai antikanker.

"Riset berikutnya adalah bagaimana ekstrak flavonoid dalam bunga telang dapat membunuh sel-sel kanker dan menghambat kecepatan migrasi dari sel kanker payudara," kata dia, dalam keterangan tertulis, Senin (8/7).

Ia menambahkan dalam penelitian di bawah bimbingan Eti Nurwening Sholikhah itu, tim menguji efek dari pemberian beberapa tingkat konsentrasi ekstrak bunga telang terhadap sel kanker payudara yang ditumbuhkan di laboratorium dan melakukan uji pada tingkatan molekuler.

"Untuk melihat ekspresi gen yang memiliki peran dalam perkembangan kanker payudara. Gen tersebut adalah COX-2, berperan dalam migrasi sel dan metastasis kanker," ujarnya.

Hasil dari penelitian tersebut, harapannya dapat menjadi tonggak pengembangan terapi tertarget. Untuk kemudian, dapat menjadi terapi herbal yang menggantikan kemoterapi.

Andiny Aguningtyas mengatakan penelitian mengenai manfaat bunga telang ini dilakukan dalam rangka mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa bidang penelitian eksakta (PKM-PE) UGM 2019.

Penelitian diawali dari rasa prihatin terhadap penderita kanker payudara. Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak terdiagnosis hampir di seluruh negara (154 dari 185 negara) dan juga merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di lebih dari 100 negara.

Angka ini menunjukkan adanya urgensi untuk dikembangkannya jenis-jenis terapi baru, mengingat kemoterapi mulai ditinggalkan, karena banyaknya efek samping yang ditimbulkan. Kemoterapi memiliki efek samping jangka pendek yang dapat berupa cytopenia, kelelahan, alopecia, nyeri muskuloskeletal, disfungsi neurokognitif, dan neuropati saraf tepi yang diinduksi bahan kimia. Sementara itu, efek samping jangka panjang dapat berupa kardiomiopati, disfungsi neurokognitif, efek psikososial, kanker sekunder, menopause dini, dan penyakit kardiovaskular.

Hasil penelitian tim, harapannya bisa menjadi sumber informasi terbaru secara ilmiah bagi para peneliti mengenai aktivitas anti-kanker dari telang dan potensinya sebagai targeted therapy untuk kanker payudara. Selain itu, melalui penelitian ini diharapkan mampu menyediakan sumber terapi dari bahan yang mudah ditemukan, sehingga bisa didapatkan dengan harga yang lebih terjangkau.