Khasiat Susu Sapi Bali Kalahkan Susu Kambing dan Yogurt

Ilustrasi sapi. - Harian Jogja/Uli Febriarni
23 Juli 2019 12:07 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, BALI--Susu sapi Bali ternyata memiliki kandungan yang luar biasa untuk kesehatan manusia. Bahkan khasiatnya lebih bagus daripada susu kambing. Jika diolah, susu sapi Bali manfaatnya lebih bagus daripada yogurt.

Guru besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, MP menjelaskan, secara genetik, sapi Bali sama dengan sapi perah sehingga bisa diambil susunya. Susu sapi Bali juga banyak manfaatnya.

“Genetik tidak saja direkayasa atau disilangkan. Apalagi sapi Bali tidak boleh disilangkan. Bahwa sudah ada peraturan pemerintah sejak lama, sapi Bali harus dilestarikan, maka yang bisa dilakukan adalah mengadaptasikan dengan lingkungan,” tuturnya.

Sayangnya hingga saat ini sapi Bali hanya dimanfaatkan untuk tenaga dan diambil dagingnya. Sementara pemanfaatan susunya belum dilakukan secara maksimal dan khasiatnya belum diketahui publik secara luas.

Sapi Bali dapat diambil susunya setelah melahirkan sampai usia empat bulan. Namun semakin tua usia anaknya, semakin sedikit susu yang dihasilkan, yaitu sampai usia anaknya empat bulan sisa susunya tinggal setengah liter.

Pada periode awal pasca melahirkan, dari 3,5 liter susu yang dihasilkan sapi Bali, 1,5 liter untuk anaknya, sisanya 2 liter bisa diperah untuk dimanfaatkan manusia.

Selama ini tidak banyak masyarakat yang memerah susu sapi Bali sehingga sisa susu dari hasil produksi di tubuh sapi hilang dan larut begitu saja dalam tubuh sapi. “Orang tidak menyadari sapi Bali ketika beranak masih tersisa, setengah untuk anaknya sehingga sisanya masih bisa diperah,” imbuhnya.

Ia berharap, selain sapi Bali untuk sapi pekerja dan sapi potong, juga bisa dijadikan sapi perah untuk mendapatkan susu karena kualitasnya bagus, lebih bagus dari susu kambing. Apalagi kalau diolah lagi menjadi produk–produk, seperti kefir. “Sementara kita punya keunggulan sapi Bali yang merupakan plasma nutfah,” ujarnya.

Kegiatan memerah sapi Bali inipun, menurutnya, bisa dijadikan skala industri. Namun untuk menjadi industri dibutuhkan inovasi dan kreativitas.

Bali pun telah memiliki sistem pertanian terpadu (Sipadu). Dari Sipadu inilah nantinya bisa dikembangkan industri susu sapi perah. Dalam pertanian Sipadu, sapi hanya digunakan untuk sapi potong dan sedikit untuk sapi pekerja.

Sementara untuk mendapatkan bibit sapi potong, sebagian bibit tersebut bisa dianakkan. “Untuk mendapatkan susu, maka perlu membuat kebijakan agar Sipadu tidak mengarah pada sapi potong saja atau penggemukan, tapi juga pembibitan. Waktu pembibitan ini kan susunya sisa, sehingga bisa diambil susunya,” jelasnya.

Yang diperlukan adalah membangun sistem untuk mendapatkan susu sapi Bali. Perlu juga edukasi pada petani untuk memerah susu sapi Bali. Upaya edukasi ini tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah tapi semua pihak.

Sumber : Okezone.com