Hasil Survei: Sulit Tidur karena Masalah Uang

Ilustrasi rupiah - Reuters
03 Agustus 2019 07:17 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Banyak alasan mengapa seseorang kesulitan untuk tidur. Salah satunya karena masalah uang dan bukan karena sedang menderita insomnia. 

Temuan tersebut berdasarkan suvei oleh Bankrate dilansir dari World of Buzz, melaporkan bahwa 78 persen orang dewasa di Amerika yang mengalami kesulitan tidur disebabkan tekanan sehari-hari, seperti masalah keuangan, pekerjaan, hubungan dan lainnya.

Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari 56% responden yang berusia 18 tahun ke atas kesulitan tidur karena masalah keuangan yang meliputi pengeluaran sehari-hari, tabungan untuk pensiun dan perawatan kesehatan.

Lalu, hampir 1 dari 3 atau 32 persen responden mengatakan pengeluaran sehari-hari salah satu penyebab stres terbesar yang membuat mereka kesulitan tidur.

Meskipun orang dewasa paruh baya (39-54 tahun) paling jarang tidur, setiap generasi juga dipengaruhi oleh masalah keuangan yang membuat susah tidur.

Dalam hal ini orang yang berusia 39-54 tahun adalah yang paling terpengaruh oleh masalah keuangan. Sebanyak 64% mengatakan bahwa mereka kesulitan tidur karena khawatir soal keuangan, salah satunya kemampuan membayar tagihan sewa bulanan.

Generasi millenial, yakni rentang usia 23-28 tahun adalah kelompok tertinggi kedua yang mengalami kesulitan tidur akibat masalah keauangan. Sekitar 58% mengatakan mereka khawatir soal tabungan pensiun.

Beberapa lain memikirkan soal biaya perumahan atau tempat tinggal, hutang kartu kredit yang membuatnya kesulitan tidur.

Lalu, orang rentang usia 55-73 tahun yang emngalami kesulitan tidur juga stres terkait keuangan. Sekitar 25% mengkhawatirkan soal pengeluaran mereka sehari-hari, perawatan kesehatan, tabungan pensiun dan tagihan asuransi.

Meskipun dalam konteks ini generazi Z (18-22 tahun) terlihat paling tidak terpengaruh atau khawatir soal keuangan, bukan berarti mereka tidak memikirkannya.

Bahkan 33% dari generasi Z khawatir tentang pengeluarannya sehari-hari karena biaya kuliah yang mulai naik dan beban ini mulai dirasakannya.

Masalah kesulitan tidur ini juga memengaruhi mereka yang berpenghasilan tinggi atau rendah. Sebanyak 63 persen orang yang berpenghasilan kuran dari Rp425 juta per tahun memiliki kekhawatiran finansial.

Begitu pula 53 persen mereka yang berpenghasilan Rp1 miliar pun masih memiliki kekhawatiran yang sama. Sepertinya masalah kesulitan tidur semuanya dipengaruhi oleh keuangan.

Sumber : suara.com