Diet Gadget, Solusi Mengatasi Kecanduan Era Revolusi Industri 4.0

Dialog Kebangsaan bertema Merajut Kebhinekaan dalam Menghadapi Tantangan Revolusi Industri" yang dihelat oleh Kominfo dan DPR RI di Tara Hotel Jogja beberapa waktu lalu. - Ist
07 Agustus 2019 11:07 WIB Abdul Hamied Razak Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Di era revolusi industri 4.0 gelontoran informasi dijejalkan hampir setiap saat melalui gadget. Orang terjebak pada kecanduan gadget. Perlu diet gadget agar terhindar dari kecanduan.

Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media massa Gun Gun Siswandi mengatakan era digital 4.0 merupakan kegiatan yang berbasis digital serta full information. Sadar atau tidak, katanya, kondisi tersebut mampu mengubah paradigma yang menggiring masyarakat.

"Kondisi ini menyebabkan informasi sebagai kebutuhan pokok setelah sandang, pangan dan papan. Perubahan ini terjadi secara riil dalam kehidupan kita. Fenomena Ojok pangkalan versus ojek online, bisnis manual versus bisnis online adalah realita yang tidak bisa kita hindari," katanya melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (7/8/2019).

Dari sebuah survey APJII tahun 2018, sebanyak 64,8% atau 171,17 juta jiwa dari 264,16 juta jiwa jumlah keseluruhan populasi nasional telah terhubung dengan internet. Penggunaan internet sebagian besar untuk bersosial media. Rinciannya pengguan Facebook sebesar 50%, Instagram 17,8 % dan Youtube 15%. "Artinya arus informasi sedemikian masif dan bisa diakses dengan gadget yang ada di dalam genggaman," katanya.

Siswandi mengatakan, teknologi informasi sendiri juga bisa bermakna positif maupun negatif. Salah satunya penyebaran informasi hoaks atau kabar bohong. Tinggal bagaimana masyarakat bisa menyikapi dengan tepat. Disisi lain tantangan industri 4.0 menghadapi kendala berupa adaptasi yang belum optimal, daya saing rendah, SDM yang lemah serta infrastruktur yang belum merata.

"Hal ini harus dijawab dengan literasi digital, teknologi dan manusia dengan harapannya memperoleh nilai positif yang sebesar-besarnya dalam menghadapi keniscayaan serbuan industri 4.0 ini," katanya dalam gelaran Dialog Kebangsaan bertema “Merajut Kebhinekaan dalam Menghadapu Tantangan Revolusi Industri".

Kegiatan tersebut dihelat oleh Kominfo dan DPR RI di Tara Hotel Jogja beberapa waktu lalu. Selain Siswandi, pembicara lainnya yang hadir adalah Pemerhati Sosial Nazarudin, Anggota DPR RI Hanafi Rais dan Anggota DPRD Sleman Arif Kurniawan.

Salah satu peserta dari Depok, Susi yang juga pengasuh PAUD menyampaikan betapa gadget bisa menyebabkan kecanduan tidak hanya bagi orang tua, tapi juga anak-anak.

Hanafi Rais mengatakan, dampak kecanduan gadget bisa mengakibatkan seseorang menjadi asosial. Orang kecenderungan asyik dengan gadget dan dunianya sendiri dan bahkan dikenal istilah “zombie” yang berkurang nilai kemanusiaanya. "Solusinya adalah dengan melakukan “diet gadget’. Semisal dengan persetujuan seluruh anggota keluarga untuk tidak bergadget ria selama berkumpul bersama keluarga," katanya.

"Misal dari jam tertentu dan anak-anak diajak dan dianjurkan untuk melakukan kegiatan yang bersifat fisik yang menarik sehingga lambat laun akan mengurangi kecanduan gadget," usul Hanafi.

Masalah lain yang mengemuka dalam gelombang industri 4.0 ini, kata Hanafi, adalah privacy data pribadi. Data pribadi katanya sangat rentan disalahgunakan oleh pihak lain yang tidak berhak untuk keuntungan pribadi maupun corporate.

Sementara itu, Nazarudin menekankan di era Medsos sekarang ini publik bisa berperan aktif untuk sharing dan memproduk info melalui gadgetnya. Tidak hanya pasif menjadi konsumen informasi dari media mainstream. "Orang bisa membuat koran sendiri. Bahkan di era informasi ini bisa melahirkan revolusi sosial melalui perubahan yang digemakan melalui medsos," katanya. (*)