Daging Sapi Mengandung Timbal. Seberapa Bahaya?

Ilustrasi daging merah - Reuters
07 Agustus 2019 18:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, SOLO - Selera orang dalam memilih daging sapi sebagai salah satu bahan makanan memang berbeda-beda.

Seperti warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo, mengaku lebih menyukai daging dari sapi yang dilepasliarkan di tempat pembuangan sampah terbesar di Eks-Karesidenan Surakarta.

Menurut mereka, daging sapi dari TPA memiliki kualitas lebih bagus dari tempat lain. Padahal, daging sapi dari TPA diindikasi mengandung logam berat atau timbal berbahaya.

"Memang ada yang mengatakan sapi-sapi disini mengandung timbal atau logam berat. Tetapi, daging sapi disini jauh lebih bagus dari sapi lain," terang Partini saat ditemui Suara.com di rumahnya di Jantirejo RT 1 RW 39, Mojosongo, Rabu (7/8/2019).

Bahkan, Partini pernah membandingkan daging sapi di luar TPA yang menurutnya mengandung air, sedangkan di dalam TPA dagingnya padat, lemak sedikit dan sedikit air.

Makanan yang mengandung timbal jika terus menerus dikonsumsi tentu sangat berbahaya. Terutama bagi anak-anak.

Melansir laman About Kids Health, keracunan timbal dalam jumlah kecil saja dapat menyebabkan kerusakan serius pada anak-anak dan janin.

Tubuh anak menyerap timbal secara mudah dan lebih berisiko terhadap efek berbahayanya.

Jika keracunan dalam jumlah besar tentu dapat berakibat fatal, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Keracunan timbal dikaitkan dengan efek berbahaya pada pertumbuhan, fokus dan perilaku anak-anak.

Komplikasi yang kemungkinan disebabkan oleh penumpukan timbal di dalam tubuh adalah anemia, kerusakan otak, ginjal dan sistem saraf.

Tingkat timbal yang rendah dapat menyebabkan kecerdasan menurun dan pendengaran buruk.

Sumber : suara.com/About Kids Health