Advertisement

Awas, Makan Daging Berlebihan Bisa Menyebabkan Sembelit

Newswire
Sabtu, 10 Agustus 2019 - 06:57 WIB
Nina Atmasari
Awas, Makan Daging Berlebihan Bisa Menyebabkan Sembelit Ilustrasi. - Antara/Nanien Yuniar

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA-- Pada Hari Raya Iduladha, umat muslim akan mendapatkan pembagian daging kurban. Akademisi dan praktisi kesehatan Prof Dr dr Ari Fahrial Syam Sp.PD-KGEH menerangkan bahwa mengonsumsi daging secara berlebihan dapat menyebabkan sembelit atau sulit buang air besar karena tubuh kekurangan serat.

"Dari sisi pencernaan dampak langsung akibat mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Daging merah merupakan salah satu makanan yang membuat usus ekstra berat untuk mengeluarkannya," kata Prof Ari dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (10/8/2019).

Oleh karena itu Ari yang merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut menganjurkan masyarakat yang akan mengonsumsi banyak daging kurban pada saat hari raya Idul Adha untuk banyak mengonsumsi sayur-sayuran.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Selain itu, lanjut Arif, konsumsi daging kambing berlebih juga bisa berdampak pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit GERD yaitu penyakit di mana asam atau isi lambung balik arah ke atas kembali ke kerongkongan.

"Maka GERD-nya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan. Apalagi setelah mengonsumsi daging langsung tidur karena kekenyangan sehingga akan mencetuskan keluhan penyakit GERD-nya," kata dia.

Selain itu juga bisa memicu efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah jika daging merah termasuk daging kambing ini dikonsumsi dalam waktu yang lama.

Daging kambing termasuk daging sapi termasuk kelompok daging merah yang banyak mengandung lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh, dan lemak jenuh ini banyak mengandung LDL atau lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah baik di otak maupun jantung.

Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun. Namun Ari mengingatkan agar tidak mengonsumsi daging kurban baik itu sapi atau kambing secara berlebihan.

"Daging kambing dan sapi yang akan menjadi santapan utama hari raya kurban sekali lagi mengandung zat gizi yang memang kita butuhkan, tetapi kalau jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan kita," kata Ari.

Dia mengingatkan agar masyarakat jangan lupa mengimbangi dengan banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan. Selain untuk memperlancar buang air besar, serat yang terkandung dalam sayur dan buah-buahan akan mengurangi serapan kolesterol di usus halus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Siap-Siap Macet karena HUT Jogja, Penumpang Kereta Diminta Berangkat Awal ke Stasiun

Jogja
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 18:47 WIB

Advertisement

alt

Luhut Binsar Ogah Jadi Capres & Cawapres Meski Mengklaim Dirinya Populer

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 19:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement