Tak Ingin Kena Migrain? Batasi Minum Kopi!

Ilustrasi kopi - Ist
10 Agustus 2019 20:07 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Sakit kepala migrain telah masuk kategori primer atau gejala yang tidak diketahui pasti apa penyebabnya.

Namun sebuah makalah penelitian yang diterbitkan The American Journal of Medicine dan diteliti oleh Elizabeth Mostofsky, Departemen Epidemiologi, Harvard TH Chan School of Public Health di Boston, MA, menyebut kafein berpengaruh besar terhadap timbulnya migrain.

Penelitian ini dilakukan Mosyofsky dengan merekrut 98 sukarelawan yang kerap mengalami migrain. Sukarelawan ini kemudian diminta mengisi buku harian elektronik setiap pagi dan sore selama 6 minggu lamanya.

Dalam catatan itu mereka harus menulis olahraga yang dilakukan, minum kopi, asupan alkohol, stres, kualitas tidur dan sakit kepala. Secara khusus peneliti juga menanyakan tentang asupan kopi, teh, soda, atau minuman berenergi lainnya dalam sehari.

Peneliti kemudian membandingkan seberapa besar kemungkinan peserta mengalami migrain, saat mereka mengonsumsi kafein dan bagaimana serangan migrain saat kafein tidak dikonsumsi.

Dari temuan itu, peneliti mengambil kesimpulan meminum satu atau dua kopi tidak berpotensi alami migran. Sedangkan saat mengonsumsi tiga cangkir atau lebih potensi mengalami migrain jadi lebih tinggi.

Sayangnya sukarelawan banyak memiliki berpendapat keliru, di mana saat ia sakit kepala atau migran solusinya perbanyak minum kopi. Namun setelah minum kopi cukup banyak ia akan terserang sakit kepala di hari berikutnya.

"Hingga kini, ada beberapa studi perspektif tentang risiko mengalami sakit kepala migrain dengan berubahnya asupan harian minuman berkafein," tutup Dr. Suzanne M. Bertisca asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School, selaku Kepala Peneliti mengutip Medical News Today, Jumat (9/8/2019).

Sumber : suara.com