Kenali Dampak Smartphone Terhadap Kesehatan Mental Remaja

Ilustrasi - Experimentlove
31 Agustus 2019 22:37 WIB Eva Rianti Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pengaruh negatif ponsel pintar terhadap kesehatan mental remaja perlu dihindari dari sekarang.

Penggunaan smatphone atau ponsel pintar kerapkali dinilai memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental anak remaja.

Beberapa dokter anak memberi masukan kepada banyak keluarga bahwa waktu menggunakan smartphone dalam jumlah kecil dinilai baik-baik saja, namun dalam jumlah besar dikaitkan dengan tingkat kesepian, kecemasan, dan depresi yang tinggi.

Namun, sebuah studi baru yang diterbitkan pekan lalu di Clinical Psychological Science menyebutkan bahwa gagasan tersebut dipertanyakan.

Studi ini mensurvei lebih dari 2.000 remaja, dan kemudian lebih dekat meneliti sebanyak 388 remaja. Penelitian ini melacak waktu penggunaan smartphone pada siang dan malam, termasuk berapa banyak mereka mengirim pesan atau sms. Para remaja tersebut diminta melaporkan kesehatan mental mereka tiga kali sehari.

Setelah mengumpulkan 13.017 total pengamatan selama 5.270 hari studi, penulis penelitian menemukan bahwa penggunaan teknologi tidak memprediksi masalah kesehatan mental di kemudian hari pada remaja.

Kesehatan mental remaja juga tidak berbeda pada hari-hari mereka lebih banyak menggunakan smartphone daripada saat menggunakannya lebih sedikit.

Bahkan anak-anak yang berisiko untuk masalah kesehatan mental tidak menunjukkan tanda-tanda peningkatan risiko masalah kesehatan mental pada hari-hari penggunaan teknologi yang lebih tinggi.

“Temuan dari penelitian ini tidak mendukung narasi bahwa penggunaan teknologi digital remaja dikaitkan dengan peningkatan gejala kesehatan mental,” ungkap para penulis penelitian, seperti dikutip dari Psychologytoday.

Dalam sebuah pernyataan tentang makalah tersebut, penulis studi Michaeline Jensen, asisten profesor psikologi di University of North Carolina di Greensboro, mengatakan: “Berlawanan dengan kepercayaan umum bahwa smartphone dan media sosial merusak kesehatan mental remaja. Kita tidak melihat banyak dukungan pada gagasan tersebut bahwa waktu yang dihabiskan untuk ponsel dan online dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan mental,”.

Temuan ini juga cukup mengejutkan. Hubungan antara penggunaan smartphone dan kesehatan mental remaja ternyata justru bisa positif.  

Dengan kata lain, ketika remaja mengirim pesan atau sms lebih banyak, mereka merasa lebih baik. Itu sejalan dengan cara komunikasi dan koneksi yang secara umum dapat membantu kesehatan mental.

Temuan baru ini dapat meyakinkan orang tua bahwa hal ini penting untuk dicermati. Di sisi lain, penting pula untuk melihat apa yang tidak diteliti oleh penelitian ini, misalnya tentang apakah penggunaan yang lama bisa menghambat pengembangan keterampilan dalam komunikasi dan beraktivitas, atau mungkin dapat mengganggu perkembangan sosial.

Temuan ini memberi gambaran bahwa seiring dengan perkembangan zaman, orang tua perlu memikirkan kembali sikap mereka terhadap penggunaan media digital anak remaja mereka.

“Mungkin sudah waktunya bagi orang dewasa untuk berhenti berdebat tentang apakah smartphone dan media sosial baik atau buruk bagi kesehatan mental remaja, dan mulai mencari cara terbaik untuk mendukung mereka dalam kehidupan offline dan online mereka,” kata penulis studi Candice Odgers, profesor ilmu psikologi di University of California.

Sumber : Psychologytoday