Lebih Pentingkan Gaya Hidup, Generasi Milenial Sulit Diprospek untuk Beli Properti

Foto aerial suasana perumahan yang berada di atas mal Thamrin City, Jakarta
01 September 2019 08:17 WIB Reni Lestari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Generasi milenial masa kini menjadi target pasar bisnis properti.

PT PP (Persero) Tbk. melalui salah satu anak yaitu PT PP Urban membidik kalangan milenial dalam pengembangan sejumlah proyek. Awal tahun ini saja, PP Urban sukses memasarkan lebih dari 400 unit tower I Urbantown Serpong dalam waktu 3 bulan.

Direktur Realti PT PP Urban Budi Suanda mengatakan, mengakui bahwa generasi milennial memang merupakan kelompok konsumen yang lebih sulit diprospek untuk membeli hunian dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

Hal ini berkaitan dengan prioritas hidup yang lebih mementingkan gaya hidup seperti traveling dan shoping, dan menempatkan hunian sebagai prioritas yang kesekian.

Oleh karena itu, pihaknya menawarkan produk yang menjadi basis dan preferensi utama milennial yaitu hunian vertikal berkualitas dan terjangkau. Hunian yang dibangun PP Urban berlokasi di pinggiran Jakarta, tetapi tetap strategis karena dekat dengan transportasi umum KRL dan tol.

Berdasarkan profil konsumen PP Urban, hampir 40% hingga 50% konsumen berasal dari segmen milennial. Persentase milennial ini tentu akan semakin besar di masa depan. Dengan cara berkomunikasi yang benar, maka generasi milennial juga dapat menjadi prospek yang besar.

"Riset kami menunjukkan, bahwa cara berkomunikasi marketing yang soft selling dapat lebih diterima dibandingkan dengan cara komunikasi marketing yang hard selling," katanya.

Selain itu hambatan lain, diakuinya bahwa milennial memiliki pendapatan yang terbatas sehingga mau tidak mau akan memilih hunian yang berada di pinggiran Jakarta dengan harga properti yang masih terjangkau.

Meski demikian, milenial tidak serta merta mau memilih sembarang lokasi di pinggiran Jakarta. Hunian yang berdekatan dengan transportasi umum seperti kereta api dan tol, dan dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap, menjadi penentu pemilihan lokasi properti di pinggiran Jakarta.

Oleh karena itulah, konsep pengembangan hunian vertikal di pinggiran Jakarta menjadi salah satu solusinya, karena cenderung akan lebih murah dibandingkan dengan rumah tapak di lokasi yang sama.


"Seluruh hunian PP Urban didesain basis milennial yang fungsional dan dinamis serta tematik. Pada Sudimara Forestwalk di Tanah Tingal, misalnya, kawasan hunian bahkan didesain tematik forestwalk untuk kawasan hunian yang sangat hijau dan anti polusi," jelasnya.

Selain itu, hunian PP Urban memiliki fasilitas standar apartemen lainnya yang ditambah dengan fasilitas khusus yaitu Urban Bizhub untuk tempat pelatihan entrepreneurship. Selain itu ada pula Urban Edukids untuk membantu pendidikan usia dini yang modern untuk anak-anak milennial.

Harga hunian PP Urban cukup terjangkau. Dengan harga hard cash tipe studio adalah Rp220 juta-an (SGA 22,8 m2). Menurutnya harga tersebut sangat terjangkau bagi milennial jika dibandingkan dengan rumah tapak yang di ujung Bodetabek yang harganya Rp500 juta hingga Rp900 juta.

Hunian PP Urban bahkan lebih murah 15% hingga 25% dibandingkan dengan harga apartemen sekitarnya. Dimana pada apartemen sekitarnya untuk type studio harga hard cash sekitar Rp350 juta hingga Rp400 juta-an.

"Kesemuanya sangat mendukung milennial yang baru merintis karir karena sesuai karakter, kebutuhan, bahkan mendukung potensi millennial dengan harga paling terjangkau dari semua jenis hunian," jelasnya.

 

Sumber : Bisnis.com