Jalan-Jalan di Mal Bukan Olahraga lho, Mau Tahu Kenapa?

Ilustrasi belanja - Reuters
18 September 2019 14:27 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Jalan kaki bisa membuat jantung aktif memompa dan melancarkan peredaran darah. Namun, bukan sembarang jalan kaki, ya. Faktanya, berjalan-jalan keliling mal, meski dilakukan selama berjam-jam, tidak bisa disamakan dengan berolahraga. Kenapa?

Menurut Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Dr. dr. Ali Sungkar, Sp.OG(K), untuk memiliki efek olahraga, jalan kaki harus dilakukan minimal selama 20 menit, dengan 10 menit di antaranya exercise yang melibatkan otot-otot tubuh.

"Untuk mencapai satu training untuk sesi latihan, kita harus berjalan 20 menit, exercise-nya cuma 10 menit, nggak lama," ujar Dr. Ali di Kuningan City, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).

Masalah yang kerap terjadi di mal, bukan berjalan terus menerus. Kita biasanya akan berhenti setiap lima menit sekali untuk melihat-lihat etalase toko. Berhenti inilah yang mengganggu aktivitas berjalan, sehingga jantung tidak bekerja maksimal.

"Tidak tercapai, kenapa? Soalnya setiap jalan lima menit berhenti. Mau dibilang setiap hari jalan kaki dua jam di mal, tapi kalau jalan sebentar, terus berhenti lama. Kecuali kita seperti thawaf keliling di mal. Tapi, itu kan mengganggu," tutur Dr.Ali seraya berkelakar.

Sementara itu, olahraga harus dilakukan setiap hari minimal 30 menit terdiri dari pemanasan, inti, dan peredaan. Setiap hari usahakan otot dirangsang, dan ada baiknya dilakukan pagi hari saat pikiran masih segar dan fresh. Boleh saja berolahraga di malam hari sepulang bekerja, tapi yang sering terjadi badan sudah terlampau lelah.

"Latihan yang dicapai training zone, bisa dicapai dalam 20 menit berjalan saja, sehingga diminta sebenarnya jalan saja sekitar 30 menit sudah cukup," tutupnya.

Sumber : Suara.com