Masih Ada yang Gunakan Kresek untuk Pembungkus Makanan, Apa Bahayanya?

Ilustrasi jananan di sekitar sekolah - Antara
08 Oktober 2019 06:37 WIB Ria Theresia Situmorang Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Plastik kresek hampir sulit dipisahkan dalam hidup manusia. Hampir semua barang yang dibeli di toko, selalu membutuhkan pembungkus yang mayoritas menggunakan plastik. Penggunaan bahan lain mulai dilakukan seperti dari kertas dan kain, namun masih jarang.

Hal ini juga berlaku pada makanan. Saat membeli makanan terutama yang berkuah, pembungkusnya pasti menggunakan plastik, lalul dibawa menggunakan kresek.

Tak hanya itu, ketika berbelanja di pasar pun masih banyak pedagang yang langsung membungkus daging dan ikan yang dijajakan, dengan kantong kresek tanpa pelapis makanan yang aman.

Padahal jika ditelaah lebih detail, sebenarnya kantong plastik kresek yang bersentuhan langsung dengan makanan dapat menyebabkan racun dalam tubuh kita.

Dikutip dari penjelasan publik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dikeluarkan pada 7 Agustus 2019 lalu, lembaga ini menggarisbawahi bahwa sebagian besar kantong plastik adalah hasil daur ulang plastik yang berasal dari limbah wadah.

Limbah wadah ini pun mengandung berbagai bahan kimia berbahaya seperti pestisida, kotoran hewan, manusia dan lain-lain.

“Dihimbau untuk tidak menggunakan kantong plastik kresek daur ulang untuk mewadahi langsung berbagai jenis bahan baku pangan misalnya daging, ikan, dll, serta berbagai jenis makanan siap santap,” tulis himbauan yang dikeluarkan oleh BPOM.

Lebih lanjut, BPOM menganjurkan bahan plastik yang relatif aman digunakan untuk pelapis makanan diantaranya adalah HDPE, LDPE, Polietilen, Tereftalat (PET), DAN Polipropilen (PP), serta bahan plastik yang mencantumkan logo tara pangan berupa simbol berbentuk gelas dan garpu dan memperhatikan petunjuk penggunaan dari produsen.

Jadi, pastikan Anda berusaha menolak makanan siap saji yang dibungkus dengan kantong plastik tanpa plastik. Karena jika tidak, bisa saja Anda berpontensi mengidap penyakit mematikan yang salah satunya adalah kanker.

Sumber : Bisnis.com